Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhamad Arifin. Foto: Dok. IPB
Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhamad Arifin. Foto: Dok. IPB

Berbisnis Yogurt, Alumnus IPB Hasilkan Omzet Rp100 Juta per Bulan

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 07 Oktober 2020 08:50
Jakarta: Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhamad Arifin memutuskan untuk menggeluti bisnis di bidang yang ia pelajari di bangku kuliah, peternakan. Kemudian pilihan jatuh pada produk yogurt yang diberi merek Dairycious.
 
Sebagai Co-founder, Arifin menjalankan usaha bersama dua rekannya, yaitu Edgina Borton, yang juga alumnus IPB University dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) dan Tahfidz Syuriansyah.
 
Sejak usahanya berdiri di 2015 hingga kini pemasaran Yogurt Dairycious telah menyebar di Jabodetabek, Banjarmasin hingga Medan. Sementara, untuk reseller saat ini telah menjangkau Lampung dan Yogyakarta, sedikitnya ada 41 ritel yang sudah menjadi langganan penjualan Yogurt Dairycious.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Secara rutin kami suplai ke modern market dan ritel di Jabodetabek, termasuk juga reseller-nya. Dalam satu bulan bisa mencapai delapan ribu bahkan sepuluh ribu cups terjual. Tergantung jumlah order dari marketnya,” terang alumnus Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB ini.
 
Dengan harga berkisar Rp12 ribu sampai Rp15 ribu per cup berukuran 140 gram, omzet yang didapatkan sebesar Rp70 juta sampai Rp100 juta per bulan. Meskipun memiliki omzet yang besar, Arifin dan rekannya menjalankan usaha dengan prinsip socio-entrepreneur (sociopreneur).
 
Dengan mengusung prinsip sociopreneur itu, sedikitnya ada 10 peternak dan enam warga setempat yang terlibat dalam mengembangkan usaha Yogurt Dairycious.
 
“Kami mengangkat tagline Fresh Milk from Local Farmer, maksudnya adalah susu yang kami pakai benar-benar bagus dan berkualitas. Dengan demikian, yogurt kami terbuat dari susu segar dan buahnya dari selai buah asli bukan flavour,” jelas Arifin.
 
Lebih lanjut ia menerangkan, satu liter susu segar dibeli dari petani dengan harga Rp7.500. Harga ini lebih tinggi dari harga pembelian oleh koperasi maupun harga pasar.
 
Ke depan, Arifin akan memberikan program pendampingan dan pelatihan bagi peternak sapi perah yang telah menjadi mitra. Upaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian peternak terhadap produk susu yang dihasilkan supaya produk susu tersebut tetap berkualitas tinggi.
 
Baca juga:Mahardhika Pratama, Dosen Muda ITS Pemilik H-Index Scopus 21
 
Terkait sociopreneur, Arifin berpesan kepada kaum milenial untuk terus meningkatkan kepedulian sosial di antaranya melalui aksi-aksi nyata sociopreneur. “Bisnis memang bagus, tetapi jangan sampai hanya mementingkan diri sendiri. Alangkah baiknya apabila bisnis yang dijalankan bisa memberikan keuntungan dan manfaat bagi banyak orang,” tandasnya.
 
Ia juga berpesan supaya generasi milenial dapat memperjuangkan cita-citanya dengan baik, karena cita-cita tanpa adanya realita hanya akan menjadi cerita dan mimpi-mimpi tanpa realisasi.
 
Semasa kuliah, Arifin aktif sebagai anggota Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Masjid Al Hurriyyah, anggota Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Peternakan. Ia berkesempatan mengikuti program pembinaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University.
 
Semasa kuliah, ia juga mendapatkan beasiswa dati Tanoto Foundation.Setelah menyelesaikan program Sarjana, Arifin meneruskan studi program Magister di IPB dengan mengambil bidang studi Teknologi Hasil Ternak.
 
Program Magister ia selesaikan dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.Setelah lulus, Arifin sempat bekerja di perusahaan selama dua tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk berwirausaha.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif