Mahardhika Pratama (berdiri) saat mengisi kuliah tamu di Departemen Teknik Elektro Otomasi ITS.  Foto: Dok. ITS
Mahardhika Pratama (berdiri) saat mengisi kuliah tamu di Departemen Teknik Elektro Otomasi ITS. Foto: Dok. ITS

Mahardhika Pratama, Dosen Muda ITS Pemilik H-Index Scopus 21

Pendidikan Pendidikan Tinggi Publikasi Ilmiah
Citra Larasati • 06 Oktober 2020 15:23
Jakarta:  Departemen Teknik Elektro Otomasi (DTEO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyambut seorang dosen baru yang merupakan mantan diaspora bernama, Mahardhika Pratama ST MSc PhD.   Di usianya yang masih muda, Dhika memiliki segudang publikasi dan memiliki nilai h-indeks mencapai 21 di jurnal internasional Scopus. 
 
Atas capaian tersebut, tentu saja ITS patut berbangga memiliki Dhika sebagai salah satu dosen.  Sebab Dhika tidak hanya berprestasi, namun berambisi besar di dunia pendidikan yang berhasil mendapatkan gelar doktoralnya di usia 26 tahun.
 
Setelah merampungkan studinya di Teknik Elektro ITS, Dhika melanjutkan pendidikan magisternya di Nanyang Technological University (NTU), Singapura pada bidang computer control and automation.  Kemudian ia menamatkan studi doktoralnya mengenai electrical engineering di University of New South Wales (UNSW) pada 2014. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah lulus pendidikan doktoralnya, Dhika kemudian menjadi pengajar di University of Technology Sydney (UTS), Australia.  Menurut keterangannya, Dhika sudah ditawari posisi ini bahkan sebelum ia merampungkan studi doktoralnya.
 
Selain itu, Dhika juga memiliki pengalaman bekerja sebagai dosen di La Trobe University, Australia selama dua tahun sejak 2015.  Terakhir sebelum bergabung di ITS, Dhika sempat menjadi Assistant Professor di NTU.
 
“Saya masih menjadi Assistant Professor di NTU, namun saat ini Saya mengambil cuti karena adanya pandemi covid-19,” terang Dhika, dikutip dari laman ITS, Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Baca juga:  Dzikru, Anak Pengemudi Ojol yang Viral Terima Beasiswa Kuliah
 
Rekam pengalaman kerja yang luar biasa ini tentu saja didapatkan Dhika berkat kualitas yang ia miliki. Salah satu yang nampak jelas ialah publikasi ilmiahnya.
 
Hal ini tidak lain karena Dhika sudah membiasakan diri menulis dan mempublikasikan penelitiannya sejak semester enam studi pada program sarjana.  Pada laman profilnya di Google Scholar dan Scopus, sudah lebih dari seratus jurnal yang dipublikasikan di bawah namanya.
 
Mayoritas publikasinya memiliki reputasi yang baik dengan kategori Q1. Bahkan ada publikasi yang tingkat penerimaannya sangat kecil, yakni sebesar 9 persen saja.
 
Salah satu bukti lain bahwa reputasi dari jurnal Dhika sangat luar biasa adalah nilai dari h-indeks-nya yang melampaui angka 20. Nilai h-indeks Dhika pada Scopus mencapai angka 21 dan pada Google Scholar mencapai angka 24.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif