Mahasiswa ITB Arkananta. Foto: Humas ITB.
Mahasiswa ITB Arkananta. Foto: Humas ITB.

Cerita Arkananta, Mahasiswa ITB yang 'Cinta Mati' Fisika

Pendidikan kisah inspiratif Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi ITB
Arga sumantri • 15 September 2021 12:16
Bandung: Pernah menyukai bidang biologi tidak menutup kemungkinan Arkananta menggeluti dan memiliki minat pada bidang fisika. Beberapa kali mengikuti olimpiade serta kompetisi bidang Fisika, Arkananta mampu menorehkan prestasi, teranyar medali perak di Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan (KNMIPA) 2021.
 
KNMIPA merupakan ajang kompetinsi sains nasional untuk jenjang perguruan tinggi di Indonesia. Terbagi dalam beberapa bidang seperti Biologi, Kimia, Matematika, dan Fisika. Seleksi dilakukan secara bertahap melalui daring.
 
Kendati telah berulang kali memperoleh gelar juara, bukan berarti Arkananta tidak pernah gagal dalam berkompetisi. Hanya saja, hal tersebut tidak pernah memutus semangatnya. Ia begitu tertarik dengan bidang fisika hingga membuatnya bercita-cita menjadi peneliti di bidang fisika. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengalaman mengikuti olimpiade fisika membuat saya tertarik untuk masuk Prodi Fisika ITB. Ketika MA saya juga memiliki rencana ke depan untuk menjadi peneliti di bidang fisika," jelas Arkananta mengutip laman ITB, Rabu, 15 September 2021.
 
Baca: Kisah Albarr, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair Berusia 15 Tahun
 
Tak ada perasaan sedih di hati Arkananta ketika hanya mendapatkan medali perak. Justru, ia merasa bersyukur karena kembali memperoleh pengalaman. "Alhamdulillah. Terima kasih juga kepada para dosen pembina yang tidak pernah membuat saya down, tidak pernah mengatakan materinya susah, justru sebaliknya," ungkapnya.
 
Mengikuti kompetisi memang menjadi keinginan Arkananta, karena ingin meneruskan kiprah olimpiadenya hingga tingkat universitas. Selain itu, pelajaran dari olimpiade digunakannya sebagai bahan persiapan di jurusan Fisika. 
 
Materi yang diangkat dalam olimpiade sendiri merupakan materi Fisika dari tingkat pertama hingga tingkat akhir. Arkananta juga memperoleh ilmu dari buku, catatan dosen, serta dari rangkaian pembinaan oleh Fisika ITB.
 
Selain mengikuti KNMIPA, Arkananta juga mencoba kompetisi dan kegiatan lain di tingkat pertama masa kuliahnya ini. Ia bahkan menjadi Ketua Divisi Akademik di BPA FMIPA 2020 serta Anggota Divisi Kajian dan Riset Solve It ITB 2020/2021. Di luar ranah ITB, Arkananta juga berperan menjadi content creator Fisika QnA dan Bersains.
 
Baca: Siswa Berkebutuhan Khusus Raih 5 Penghargaan di Kompetisi Tata Rias Internasional
 
Meskipun banyak kegiatan yang digelutinya, ia tetap menomorsatukan kuliah. Tidak ada yang bisa menggantikan prioritasnya itu. "Apabila ada prioritas yang harus dipilih dan lawannya adalah kuliah, kuliah jelas nomor nol. Itu tujuan saya masuk ITB," paparnya.
 
Kini, Arkananta bermimpi untuk dapat berkarier di bidang penelitian dan pengembangan. Ia berendana berkuliah hingga tingkat doktor. "Target saya melanjutkan studi ke Jepang," mimpi Arkananta.
 
Arkananta berpesan agar proses perkuliahan dinikmati, terutama bagi mahasiswa tingkat pertama. Menurutnya, masih banyak kesenggangan waktu yang dapat diisi dengan kegiatan lain. 
 
"TPB adalah masa-masa santai dan menyenangkan. Manfaatkan waktu TPB untuk menggali potensi diri," ujarnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif