Usia rata-rata lulusan Program Sarjana Terapan yang diwisuda kali ini adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari. Ayyub mengungkapkan capaian tersebut merupakan buah dari komitmen dan motivasi selama di bangku perkuliahan.
Dukungan penuh dari keluarga juga menjadi salah satu dorongan terbesar memberikan yang terbaik selama menjalani studi di Prodi Perbankan UGM. Berkat dorongan orang tua, Ayyub berusaha menentukan prioritas selama kuliah.
Dia paham betul perjalanan perkuliahan tak selalu berjalan mulus. Ada kalanya, ia menghadapi berbagai tantangan dan merasa kewalahan, terutama saat menyusun tugas akhir.
Bahkan, dia mulai mencari referensi lebih awal agar memiliki gambaran mengenai tahapan yang perlu dilalui dalam penyusunan tugas akhir. “Aku tahu tujuan awalku. Aku mau lulus tepat waktu, jadi aku harus dedikasikan waktuku lebih, khususnya dalam penyusunan tugas akhir,” kata Ayyub dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat, 28 Agustus 2026.
Meski menargetkan lulus tepat waktu, Ayyub tak lantas membatasi diri berkutat hanya pada kegiatan di ruang kuliah. Ketertarikannya pada bidang finansial juga membawanya bergabung dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) di Departemen Ekonomika dan Bisnis SV UGM.
Baca Juga :
Cerita Kezia Jalani Double Degree UGM-Leeds: dari Beda Sistem Lab hingga Teliti Kanker Ovarium
Ayyub juga sempat mengikuti Trading Competition yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023. Bersama seorang rekannya, ia berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi tersebut.
“Selama bangku perkuliahan, kita kan hanya mendapat teori. Lewat ikut kegiatan-kegiatan seperti ini, aku bisa mendapat pengalaman praktis,” tutur dia.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Ayyub sudah tak sabar merasakan pengalaman bekerja, khususnya di bidang perpajakan. Ketertarikannya pada bidang tersebut turut didukung oleh sertifikasi perpajakan yang telah ia ambil sebelum lulus.
Berbekal pengetahuan yang diperoleh selama bangku kuliah serta sertifikasi tersebut, Ayyub mantap mendaftar pekerjaan yang berkaitan dengan bidang perpajakan. “Sekarang, aku ingin mencoba pengalaman bekerja di bidang perpajakan secara langsung terlebih dahulu,” ujar dia.
Ayyub berpesan kepada mahasiswa yang masih menjalani studi agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dimiliki selama berkuliah. Bagi dia, kesempatan menempuh pendidikan di UGM merupakan sebuah privilege lantaran tidak banyak orang yang berpeluang untuk studi di UGM.
Karena itu, waktu yang ada semestinya dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk dengan memilih lingkungan pertemanan yang mendukung sekaligus tetap menikmati proses perkuliahan. “Jangan sia-siakan waktu yang berharga ini. Pandai-pandai pilih teman, gunakan waktu sebaik mungkin, dan juga nikmati perkuliahannya,” pesan dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda