Kampus IPB University. Dok Humas IPB.
Kampus IPB University. Dok Humas IPB.

IPB Terima Sertifikat SafeGuard Label SIBV, Kampus Pertama di Indonesia

Arga sumantri • 29 Oktober 2021 14:09
Bogor: IPB University menjadi pelopor kampus pertama yang menerima sertifikat SafeGuard Label SIBV yang disampaikan PT Surveyor Indonesia. SafeGuard label SIBV merupakan penilaian atas penerapan protokol pencegahan dan penanganan covid-19 yang memenuhi kriteria kesehatan, keselamatan, dan kebersihan yang layak pada suatu lokasi. 
 
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M Haris Witjaksono mengatakan dalam konteks proses sertifikasi, SafeGuard Label SIBV ini adalah suatu program kerja sama antara PT Surveyor Indonesia dengan Bureau Veritas (BV) terkait risked business. Idealnya, memberikan pemahaman terhadap publik bahwa konteks pengelolaan bisnis dapat direspons dan dipastikan penerapan perlindungan dan kesiapan terhadap covid-19 berjalan baik.
 
"Kami mengapresiasi IPB University karena seluruh indikator dan penilaian yang berjalan sangat luar biasa, terkonfirmasi sehingga hari ini kami dengan sangat bangga menyampaikan sertifikat SafeGuard Label SIBV," kata Haris, dikutip dari siaran pers IPB, Jumat, 29 Oktober 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haris juga menerangkan, kegiatan ini bisa diperluas dengan beberapa infrastruktur yang ada di IPB University. Dengan demikian, dapat menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan keyakinan dan kepastian kepada mahasiswa bahwa kuliah di IPB University, baik daring maupun luring, sangat memperhatikan keamanan. 
 
Baca: 3 Peneliti UGM Masuk Top 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia
 
Rektor IPB University Arif Satria mengucapkan terimakasih kepada PT Surveyor Indonesia yang telah mengapresiasi dengan memberikan sertifikat SafeGuard Label SIBV. Capaian ini disebut hasil upaya sivitas akademika terus melakukan proses transformasi di saat pandemi covid-19.
 
"Sehingga sampai saat ini kampus IPB aman untuk menjalankan aktivitas," ujarnya. 
 
Sejauh ini, kata dia, IPB University telah melakukan langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi pandemi covid-19. Misalnya, menyediakan 200 tempat tidur untuk isolasi mandiri dengan gejala ringan, 40 tempat tidur untuk gejala sedang, rumah sakit lapang, tabung oksigen lebih dari 100 buah, dan oxygen concentrator lebih dari 50 buah. 
 
"Ini bukan semata penghargaan, tetapi amanah untuk terus menyempurnakan. Semoga kita semakin konsen dan punya komitmen menjaga kampus supaya tetap aman untuk menjalankan  pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan," ucap Arif.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif