Susi Pudjiastuti. Foto: Instagram osc_medcom
Susi Pudjiastuti. Foto: Instagram osc_medcom

Susi Pudjiastuti Mengaku Banyak Belajar dari si 'Leher Beton'

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 10 Oktober 2020 16:08
Jakarta: Sosok mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja, Susi Pudjiastuti dikenal sebagai sosok fenomenal yang inspiratif dan selalu menjadi pusat perhatian. Setelah tidak lagi menjadi menteri, kegiatan Susi tetap segudang, salah satunya menjadi pembawa acara.
 
Salah satu tokoh yang ia wawancarai baru-baru ini adalah legenda petinju dunia, Mike Tyson. Susi pun mengaku banyak memetik pelajaran dari sosok si Leher Beton tersebut.
 
"Saya banyakbelajar dari sosok Tyson, Saya tanya jatuh bangunnya dia, pernah bangkrut, kesalahan apa yang dia perbuat hingga bisa bangkrut? Tyson menjawab enggak ada kesalahan, itu pelajaran yang bisa kita pelajari. Bukan kesalahan," kata Susi menuturkan pernyataan Tyson, dalam wawncara OSC Talks di akun Instagram @osc.medcom, Jumat sore, 9 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian Susi juga menanyakan kiat Tyson untuk mempersiapkan diri saat akan kembali tanding dalam waktu dekat ini. Tyson pun, kata Susi, menjawab "Konsistensi, percaya diri, dan konsisten dalam berlatih dan berpikir bahwa kita harus kuatm strong, ready," beber Susi.
 
Susi juga menyinggung tentang momentum-momentum Tyson mengalami kehilangan dalam hidupnya. "Kamu telah kehilangan banyak hal, Tyson menjawab lost is part of life, kamu lahir saja tidak membawa apa-apa," terang Susi mengikuti jawaban Tyson.
 
Baca juga:Berbisnis Yogurt, Alumnus IPB Hasilkan Omzet Rp100 Juta per Bulan
 
Lika-liku kehidupan yang dialami Tyson tersebut tentu saja banyak juga dialami oleh siapapun di dunia ini, termasuk diri Susi sendiri. Kemudian Susi menceritakan, benar apa yang dikatakan Tyson, bahwa setiap orang harus mempertahankan konsistensi dan kepercayaan dirinya saat menghadapi banyak tantangan hidup.
 
Hal ini, kata Susi, yang kini jarang ia lihat pada diri generasi muda di Indonesia. "Kalau lihat anak muda kita harus seperti itu, percaya diri, konsisten usahanya. Enggak boleh confidence saja tapi enggak berusaha. Saya lihat anak muda sekarang itu kan di era digitalisasi ini larinya cuma TikTok, medsos, browsing yang enggak berguna, buang-buang waktu," tegasnya.
 
Ia berharap, dengan segala kemudahan teknologi yang ada saat ini, terlebih waktu yang lebih banyak di rumah karea pandemi covid-19, harusnya dimanfaatkan untuk sesuatu yang berharga.
 
"Kalian lihat di sekeliling,apa yang bisa dibantu di RT kalian. Akademisi kan sistem pikirannya lebih baik. platform digital jangan dipakai buat provokasi,wasting time, sesekali main TikTok enggak apa-apa. Tapi jangan tiap jam TikTok-an, habis waktu. habis uang, enggak ada value-nya. Kalau habis waktu kamu enggak bisa balikin waktu lagi," seru Susi.
 
Susi mengatakan, bahwa pandemi ini merupakan waktu yang bagus untuk dimanfaatkan menumbuhkan ekonomi di sekitar kita. "Mahasiswa itu kan akademisi, coba empowering di RT RW-nya masing-masing. Empowering the people dengan platform digital, mengantisipasi resesi pandemi, membangun digital ekonomi. Anda boleh belajar virtual, tapi practice harus factual, real," terangnya.
 
Ia berharap masyarakat, terutama anak muda, agar jangan menghabiskan waktu di rumah dengan sesuatu yang tidak penting. "Sekitar Anda perlu bantuan, lakukan sesuai untuk sesama. Kalau di sebelahmu kaya semua, coba jalan sedikit ke depan pasti ada yang tidak mampu. Karena kalau kita do something kita akan happy," tandasnya.
 
Ia mencontohkan, di Pangandaran Jawa Barat, ia juga membantu masyarakat sekitar dengan apapun yang ia miliki. "Bantu sembako, bantu perahu bersama Susi Cek Ombak, menggalang apa saja yang bisa dipakai masyarakat. Selalu pikir apa, Saya tidak suka diam di tempat dan doing nothing," bebernya.
 
Susi juga tidak pernah menyangka kehidupannya akan ada di titik saat ini. Menjadi pengusaha, kemudian menjadi menteri, dan saat ini tetap memiliki banyak kegiatan meski tak lagi duduk di pemerintahan. "Hidup Saya seperti air mengalir, kalau ada tantangan baru, new opportunity saya suka coba, Saya senang mencoba menyelesaikan tantangan-tantangan menarik dan make me happy. Tapi di end of the daySaya tidak suka stuck, harus jawab tantangan," ujar Susi.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif