Melansir laman Times of India, Nalini Joshi resmi tercatat sebagai matematikawan pertama yang menerima penghargaan NSW Scientist of the Year. Pencapaian ini bukan sekadar prestasi personal, melainkan pengakuan langka terhadap matematika sebagai kekuatan pendorong di balik sains dan teknologi kontemporer.
Penghargaan tersebut juga menjadi apresiasi atas seorang akademisi yang telah membentuk kembali bagaimana teori abstrak terhubung dengan dunia nyata. Dalam era yang ditandai oleh ketidakstabilan iklim, kerentanan digital, dan akselerasi teknologi, matematika tidak lagi sekadar mendukung, tetapi menjadi sentral.
Sebagai matematikawan dengan pengalaman kepemimpinan luas, Nalini Joshi telah menghabiskan puluhan tahun mendemonstrasikan bagaimana ide-ide paling teoretis dapat membentuk realitas paling praktis. Sebelum menjadi ilmuwan terbaik, Nalini berkarier sebagai akademisi dan peneliti di berbagai institusi terkemuka.
Lantas, sebenarnya seperti apa sih sosok dan profil Nalini Joshi? Yuk kenalan lebih dalam dengan matematikawan jenius ini yang dikutip dari akun LinkedIn pribadinya (linkedin.com/in/nalini-joshi-ao):
Profil Nalini Joshi
Perjalanan akademik Joshi dimulai di Sydney, tempat ia mengenyam pendidikan di Fort Street High School yang terkenal ketat secara akademis. Sekolah tersebut menjadi tempat pelatihan bagi Joshi sebelum masuk ke perguruan tinggi.Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Bachelor of Science (Honours) pada 1978 di University of Sydney, menunjukkan potensi awal dalam disiplin ilmu yang menghargai presisi, kesabaran, dan imajinasi secara bersamaan.
Setelah lulus, Joshi melanjutkan studi doktoral di Princeton University pada 1982. Ia menyelesaikan program PhD di bawah bimbingan Martin David Kruskal, salah satu fisikawan matematis paling berpengaruh di abad ke-20.
Setelah menyelesaikan studinya, Joshi menjalani fellowship pascadoktoral di Australian National University pada 1987. Ia juga menjabat sebagai peneliti dan dosen di berbagai universitas.
Jabatan akademik Joshi dimulai saat ia bergabung dengan University of New South Wales pada 1990, kemudian naik menjadi dosen senior pada 1996. Joshi menjabat sebagai Payne-Scott Professor di University of Sydney sejak 2002 hingga saat ini, menjadikannya perempuan pertama yang diangkat sebagai Profesor Matematika di universitas tersebut.
Pendidikan Nalini Joshi
- Fort Street High School
- BSc (Honours), University of Sydney (1978-1981)
- PhD Applied and Computational Mathematics, Princeton University (1982-1986)
- Company Director Course, Australian Institute of Company Directors (2012-2012)
Karier
- Postdoctoral Research Fellow, Research Fellow dan Lecturer, Australian National University (1987-1990)
- Lecturer dan Senior Lecturer, University of New South Wales (1990-1996)
- ARC Senior Research Fellow, University of Adelaide (1997-2002)
- Payne-Scott Professor, University of Sydney (2002-Sekarang)
- President, Australian Mathematical Society (2008-2010)
- Member of Council, Australian Academy of Science (2012-2015)
- Chair, National Committee for Mathematical Sciences, Australian Academy of Science (2011-2016)
- Member, Commonwealth Science Council (2014-2019)
- ARC Geogina Sweet Australian Laureate Fellow, University of Sydney (2012 – sekarang)
- Payne Scott Professor, University of Sydney (2002 – sekarang)
Aplikasinya pun sangat luas. Komunikasi serat optik yang menopang internet global bergantung pada jenis persamaan yang dipelajari Joshi. Pemodelan iklim, yang harus berhadapan dengan sistem lingkungan yang kacau dan sangat sensitif, memerlukan kerangka matematika canggih untuk memperkirakan risiko di masa depan. Bidang fisika nonlinier dan perkembangan sistem kuantum juga bertumpu pada landasan teoretis yang turut dibangun melalui penelitiannya.
Rekan-rekan Joshi sering menggambarkan karyanya sebagai jembatan yang sangat abstrak, namun sangat praktis. Dampaknya jarang terlihat secara langsung, tetapi hadir hampir di semua aspek.
Dalam beberapa tahun terakhir, Joshi mengalihkan perhatiannya pada salah satu tantangan teknologi paling mendesak di dekade mendatang, yaitu komputasi kuantum dan implikasinya terhadap kriptografi. Kriptografi menopang fondasi digital kehidupan modern, mulai dari perbankan daring, sistem pembayaran digital, layanan pemerintahan, hingga komunikasi pribadi.
Komputer kuantum setelah sepenuhnya terwujud, berpotensi mengancam untuk membongkar banyak metode enkripsi yang digunakan saat ini berkat kekuatan komputasi yang belum pernah ada sebelumnya. Joshi secara terbuka menyampaikan peringatan tersebut.
Ia menilai pemerintah dan industri masih sangat belum siap menghadapi dunia pasca kuantum, khususnya di Australia, yang jumlah spesialis kriptografi pasca kuantum masih terbatas. Pesannya tegas, tanpa investasi berkelanjutan dalam matematika tingkat lanjut sejak sekarang, keamanan digital di masa depan akan menjadi rapuh.
Hal ini menjadi pengingat bahwa matematika bukan sekadar kemewahan akademis, melainkan infrastruktur strategis. Penghargaan Ilmuwan Terbaik New South Wales juga mengakui peran Joshi sebagai sebagai mentor, advokat, dan penggerak perubahan.
Pada 2015, ia turut mendirikan serta menjabat sebagai ketua bersama Science in Australia Gender Equity (SAGE), sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan retensi dan kemajuan perempuan di bidang STEM melalui kerangka Athena SWAN yang diakui secara internasional. Sejak saat itu, Joshi menjadi bagian dari SAGE Expert Advisory Group dan berperan dalam membentuk percakapan nasional mengenai kesetaraan dalam dunia sains.
Advokasinya terukur, berbasis bukti, dan dijalankan dengan konsistensi, mencerminkan pendekatannya terhadap matematika. Terpilihnya seorang matematikawan sebagai NSW Scientist of the Year bukanlah sebuah kebetulan. Ini menandai perubahan cara kontribusi ilmiah dipahami dan dihargai. Karier Nalini Joshi mencerminkan pergeseran tersebut. Dari ruang kelas Fort Street hingga ruang seminar Princeton, ia telah mendedikasikan puluhan tahun untuk menunjukkan bahwa ide paling teoretis sekalipun dapat membentuk realitas yang paling praktis.
Nah itulah profil hingga jejak pendidikan dari Nalini Joshi yang menjadi ilmuwan terbaik New South Wales. Semoga menginspirasi ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News