Mengutip laman South China Morning Post, Oliveberg kini resmi mengambil posisi penuh waktu (full-time) di First Affiliated Hospital of Guangxi Medical University. Langkah ini menandai babak baru setelah ia meninggalkan posisinya sebagai profesor tetap di Departemen Biokimia dan Biofisika, Stockholm University, tempat ia mengabdi selama hampir dua dekade.
Peresmian bergabungnya Oliveberg ditandai dengan upacara penandatanganan pada 16 Desember lalu, di mana ia disambut langsung oleh Li Lang, Wakil Presiden Universitas Kedokteran Guangxi.
Pihak universitas mendeskripsikan Oliveberg sebagai "talenta tingkat tinggi" (high-end talent). Di kampus barunya ini, Oliveberg akan bekerja sama dengan tim universitas untuk melakukan penelitian mendalam mengenai thalasemia, sejenis kelainan darah yang menjadi fokus riset mereka.
Hubungan Oliveberg dengan kampus di Tiongkok ini sebenarnya bukan hal baru. Universitas mencatat bahwa Oliveberg telah menjadi profesor tamu (visiting professor) di sana sejak tahun 2023, sebelum akhirnya diangkat menjadi staf penuh waktu saat ini.
Dalam pidatonya di upacara penyambutan, Oliveberg menyatakan dedikasinya yang tinggi terhadap penelitian akademik. Ia juga mengungkapkan rasa percaya dirinya terhadap kolaborasi strategis dengan Universitas Kedokteran Guangxi di masa depan. Kepindahan tokoh sekelas juri Nobel ini menjadi sinyal kuat semakin menariknya ekosistem riset di Asia bagi ilmuwan top dunia. (Sultan Rafly Dharmawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News