Dalam sambutannya pada wisuda program Pascasarjana UGM, Rabu, 21 Januari 2026 di Grha Sabha Pramana, Manuel berbagi perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. “Kami diasah, diasuh, dan diasih oleh para profesor hebat di UGM, membentuk seorang anak petani, sopir taksi, dan penjual roti dari Samoro, Soibada, bisa menjadi seperti ini,” kenangnya dengan penuh syukur, khususnya kepada Prof. Sofian Effendi dan Prof. Warsito.
Ilmu serta nilai-nilai seperti Guyub, Rukun, Migunani yang diperoleh dari kampusnya menjadi bekal utama. Bekal itulah yang memampukannya berkontribusi nyata di bidang pendidikan dengan mendirikan Dili Institute of Technology (DIT) dan bahkan pernah memimpinnya sebagai Rektor. “Saya bersama teman-teman mendirikan DIT yang bermoto ‘Educated to Serve’ atau ‘Dididik untuk melayani’, sebagai wujud pengabdian,” ujarnya dikutip dari laman UGM, Jumat, 23 Januari 2026.
Tidak berhenti di sana, komitmennya untuk membangun negeri juga diwujudkan saat ia dipercaya menjabat Menteri Pariwisata Timor Leste. Semua pencapaian ini, tegasnya, bukan proses instan.
“Saat saya mengalami kesulitan, banyak yang membantu. Kini saya ingin membantu orang lain yang mungkin mengalami kesulitan serupa, khususnya di bidang pendidikan,” tutur Manuel.
Sebagai Ketua Kagama Timor Leste, Manuel aktif menjembatani kerja sama, termasuk memfasilitasi program Kuliah Kerja Nyata, Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Ia yakin program ini dapat menjadi pusat pertumbuhan dan inovasi bagi masyarakat setempat.
Saat ini, Manuel Vong yang juga menjabat sebagai Direktur Program Doctor of Business Administration di DIT menyatakan bahwa jumlah alumni UGM di Timor Leste telah mencapai lebih dari 3.000 orang. Melalui Kagama, ia berharap sinergi antara UGM dan Pemerintah Timor Leste akan semakin kuat, terus melahirkan agen-agen perubahan yang berdampak bagi masyarakat.
Artikel ini mengisahkan perjalanan inspiratif Manuel Vong, dari seorang mahasiswa UGM menjadi tokoh pendidikan dan mantan menteri yang terus mengabdi untuk Timor Leste, menunjukkan dampak nyata pendidikan tinggi dalam membangun bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News