Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. DOK Youtube Prime Minister's Office Singapore
Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. DOK Youtube Prime Minister's Office Singapore

Jangan Iri, Singapura Siapkan Dana Hampir Rp1 Miliar per Anak Sampai Umur 17 Tahun

Citra Larasati • 27 Agustus 2026 22:54
Ringkasnya gini..
  • Singapura luncurkan SG Child Support Package senilai hingga S$70.000 (Rp976 juta) per anak hingga berusia 17 tahun.
  • Bantuan diberikan merata tanpa memandang urutan kelahiran serta mencakup anak dari keluarga orang tua tunggal.
  • Skema ini memperpanjang masa bantuan, memperbesar porsi tunai, dan menggantikan Baby Bonus Scheme serta Large Families Scheme.
Jakarta: Pemerintah Singapura mengumumkan terobosan besar dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan pengasuhan anak. Setiap anak berstatus warga negara Singapura kini dijanjikan bantuan finansial langsung senilai hampir S$70.000 atau sekitar Rp976 juta hingga berusia 17 tahun.
 
Program baru bernama SG Child Support Package ini menggantikan skema lama, Baby Bonus Scheme. Kebijakan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, dalam pidato National Day Rally pada Minggu, 23 Agustus 2026.
 
“Setiap anak Singapura akan menerima hampir S$70.000 dalam bentuk dukungan keuangan langsung seiring pertumbuhan mereka,” ujar Lawrence Wong, dikutip dari laman CNA Kamis, 27 Agustus 2026.

Tak Lagi Pandang Urutan Kelahiran

Berbeda dari aturan terdahulu yang memberikan nominal lebih besar bagi anak dengan urutan kelahiran lebih tinggi, skema baru ini menjamin kesetaraan bagi setiap anak. Baik anak pertama, kedua, maupun ketiga akan menerima jumlah bantuan finansial yang sama besar. 

Perubahan ini membawa dampak signifikan bagi keluarga kecil. Anak pertama misalnya, akan mendapat tambahan S$42.000 dibanding skema lama, sementara anak ketiga akan menerima tambahan sekitar S$19.000. Per Juni, lebih dari 610.000 anak berusia di bawah 17 tahun dari 380.000 rumah tangga berpotensi merasakan manfaat kebijakan ini.

Anak dari Orang Tua Tunggal Kini Dapat Bantuan

Perubahan penting lainnya terletak pada perluasan cakupan penerima bantuan. Jika sebelumnya bantuan uang tunai hanya diberikan kepada anak dari pasangan yang menikah sah, kini anak-anak dari keluarga orang tua tunggal juga berhak memperoleh manfaat yang sama. 
 
Meski begitu, pemerintah menegaskan sikapnya terhadap institusi keluarga tidak berubah. Menurut National Population And Talent Division (NPTD), dukungan terhadap peran orang tua dalam ikatan pernikahan tetap menjadi prioritas, namun kebutuhan tumbuh kembang setiap anak dianggap sama pentingnya untuk difasilitasi.
 

Masa Bantuan Lebih Panjang dan Fleksibel

Keunggulan skema baru ini adalah jangka waktu dukungan yang diperpanjang, dari sebelumnya berakhir di usia 12 tahun kini berlanjut hingga 17 tahun. Selain itu, porsi bantuan uang tunai juga diperbesar agar penggunaannya lebih fleksibel bagi para orang tua. 
 
Mulai 1 April tahun depan, setiap bayi baru lahir akan langsung menerima bantuan tunai S$10.000 yang dicairkan dalam dua tahap selama 12 bulan pertama kelahirannya. Setelah itu, anak akan memperoleh CDA First Step Grant sebesar S$5.000 ditambah dana pendamping hingga S$5.000 dari pemerintah. Masa berlaku program Child Development Account (CDA) ini juga diperpanjang hingga anak berusia 16 tahun. 
 
Tak berhenti di situ, setiap tahun selama 16 tahun pertama, anak akan menerima Child Credits senilai S$2.000, ditambah dana Edusave tahunan saat menempuh pendidikan dasar dan menengah. Terakhir, dana S$10.000 akan disalurkan ke Post-Secondary Education Account (PSEA) saat anak menginjak usia 17 tahun. 

Large Families Scheme Dihapus, Diganti yang Lebih Merata

Kebijakan ini sekaligus menandai berakhirnya Large Families Scheme yang sebelumnya khusus diperuntukkan bagi orang tua dengan tiga anak atau lebih. Meski dihapus, keluarga besar dipastikan tidak dirugikan karena akumulasi bantuan otomatis bertambah mengikuti jumlah anak. 
 
“Karena setiap anak menerima dukungan yang sama, keluarga dengan lebih banyak anak akan menerima lebih banyak dukungan,” kata Wong.
 
Keluarga besar pun tetap mendapat bantuan tambahan khusus dari pemerintah, seperti MediSave Grant senilai S$5.000 serta dukungan di sektor transportasi dan perumahan yang tengah disiapkan kementerian terkait. 

Komitmen Mendampingi Perjalanan Orang Tua

Wong menekankan bahwa keputusan memiliki anak merupakan pilihan pribadi yang tidak bisa sepenuhnya didorong oleh kebijakan pemerintah semata. 
 
“Pada akhirnya, keputusan untuk memiliki anak adalah keputusan yang sangat pribadi. Kebijakan saja tidak dapat mewujudkannya. Tetapi yang dapat kita lakukan adalah mempermudah warga Singapura yang ingin memiliki anak untuk memulai dan membesarkan keluarga,” kata Wong.
 
Ia pun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi keluarga.
 
“Kami ingin setiap keluarga tahu, jika memilih untuk memiliki anak, pemerintah akan mendukung. Kami akan memberikan lebih banyak dukungan, dan selama bertahun-tahun. Dan kami akan berjalan bersama orang tua sepanjang perjalanan membesarkan anak-anak mereka," tambah Wong.
 
Selain dukungan untuk anak dan keluarga, pemerintah Singapura turut menyinggung rencana bantuan bagi kelompok lansia, penyandang disabilitas, hingga warga lajang. Khusus untuk kelompok lajang, Wong memastikan mereka tidak dilupakan dalam agenda kebijakan ke depan.
 
“Kami tidak melupakan Anda. Banyak dari Anda merawat orang tua yang sudah lanjut usia atau mendukung keluarga dengan berbagai cara. Saya tahu perumahan tetap menjadi perhatian penting," tutup Wong. (Talitha Islamey)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan