Mahasiswa Program Magister ITS lulus dengan IPK sempurna. DOK ITS
Mahasiswa Program Magister ITS lulus dengan IPK sempurna. DOK ITS

2 Mahasiswa Program Magister Manajemen Teknologi ITS Raih IPK Sempurna

Pendidikan prestasi mahasiswa Perguruan Tinggi ITS Mahasiswa
Renatha Swasty • 25 April 2022 10:10
Jakarta: Sebanyak dua mahasiswa Program Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna pada Wisuda ITS ke-125, Sabtu, 26 Maret 2022. Keduanya adalah Muhammad Rizki Dzulkarnain dan Citra Judith.
 
Dzul, sapaan akrab Muhammad Rizki Dzulkarnain, mengatakan penting tidaknya IPK bergantung pada sudut pandang yang diambil. Dzul menuturkan ditinjau dari sisi pekerjaan, IPK tidak lebih penting dari kemampuan.
 
Pria yang tengah bekerja di salah satu startup Online Travel Agency (OTA) ini mengaku belum pernah melampirkan ijazah ataupun transkrip IPK selama melamar kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sedangkan di perspektif orang tua, sebaliknya. Saya enggan melewatkan momen bahagia mereka usai melihat putranya meraih IPK sempurna,” kata laki-laki kelahiran Mojokerto, 2 September 1994 tersebut.
 
Dzul berniat melanjutkan pendidikan S2. Dia bertekad meraih IPK bagus dan lulus cepat.
 
Dia membocorkan hal-hal yang dilakukan untuk mencapai tekad itu, yakni menyimak setiap materi yang disampaikan. Dzul kerap mencatat atau merekam sesi perkuliahan agar dapat di-review.
 
Strategi lain, memberdayakan internet dengan baik. Dzuk mengatakan dengan mengoptimalkan penggunaan internet, mahasiswa dapat menemukan banyak literatur yang membantu perkuliahan.
 
“Sehingga tidak ada alasan untuk berkata ‘kuliah itu susah’ atau ‘saya tidak bisa’,” tutur dia.
 
Dzul selalu mempunyai prinsip 'tumbuh itu berpijak, bukan terbang'. Dia menilai segala pencapaian yang membuat dirinya semakin tinggi bukan alasan untuk lupa dari mana dirinya berasal.
 
“Untuk itu, ke depan, saya berharap bisa bermanfaat bagi daerah asal saya dengan menjadi seorang bupati,” kata Dzul.
 
Citra Judith juga memberikan pendapat terkait IPK sempurna. Dia menilai IPK hanyalah implikasi atas usaha terbaik yang telah dilakukan.
 
Terpenting, proses pembelajaran dan aktualisasi di dunia kerja mendatang. Perempuan yang akrab disapa Judith tersebut berprinsip hasil yang baik berasal dari usaha yang telah dilakukan.
 
“Untuk itu, saya menjalankan program ini dengan banyak interaksi, diskusi, serta sharing bersama dosen dan rekan dari berbagai latar pekerjaan,” tutur dia.
 
Judith mengaku tetap teguh memegang komitmen menjalani perkuliahan dan menyelesaikan tesis di tengah kesibukan menjadi wanita karier sekaligus ibu rumah tangga. Ke depan, Judith ingin melakukan kontribusi lain untuk masyarakat dengan menjadi seorang pengajar, baik untuk pendidikan formal maupun non formal.
 
Kedua mahasiswa berprestasi itu berpesan bagi mahasiswa ITS lain untuk terus berpikir terbuka. Mahasiswa didorong tak pernah berhenti belajar karena pembelajaran bisa didapat dari mana saja dan kapan saja.
 
“Di dunia kerja nanti, kita harus bangga dan percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki,” ujar Dzul.
 
Baca: Antasena ITS dan Ditjen ILMATE Kenalkan Mobil Ramah Lingkungan Gunakan Hidrogen
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif