General Manager Antasena ITS, Geraldy Rafi. DOK ITS
General Manager Antasena ITS, Geraldy Rafi. DOK ITS

Antasena ITS dan Ditjen ILMATE Kenalkan Mobil Ramah Lingkungan Gunakan Hidrogen

Pendidikan penelitian Ramah Lingkungan Kementerian Perindustrian Riset dan Penelitian ITS Hidrogen
Renatha Swasty • 25 April 2022 09:19
Jakarta: Tim riset mobil hidrogen Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ditjen ILMATE) mengenalkan mobil hidrogen. Mobil hidrogen dipilih lantaran salah satu alternatif energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.
 
General Manager Antasena ITS, Geraldy Rafi, memaparkan berdasarkan validasi dari beberapa kompetisi internasional, sektor transportasi merupakan salah satu implementasi hidrogen tepat. Serta memiliki dampak positif jangka panjang.
 
“Pasalnya, sektor transportasi menyumbang emisi bahan bakar fosil sebesar 70 persen,” tutur Geraldy dikutip dari laman its.ac.id, Senin, 25 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Geraldy menuturkan implementasi hidrogen pada sektor transportasi sudah diteliti oleh Antasena ITS sejak 2010. Antasena ITS terus berinovasi mengembangkan mobil eco-car dengan nol emisi agar mampu bekerja semakin efisien.
 
“Kunci utama pengembangannya adalah green electricity berbasis hidrogen,” kata mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS ini.
 
Geraldy menjelaskan mobil ini bekerja dengan menampung hidrogen pada tangki penyimpanan. Kemudian, mengalirkannya menuju sel bahan bakar (fuel cell) untuk dikonversi menjadi energi listrik.
 
“Energi listrik inilah yang digunakan untuk menggerakkan motor kendaraan,” tutur dia.
 
Dia menuturkan fuel cell yang digunakan pada mobil besutan Antasena ITS bertipe PEM fuel cell dengan efisiensi 55,9 persen. Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan komponen power control unit dan kapasitor untuk meningkatkan efisiensi mobil.
 
Geraldy menyebut peningkatan efisiensi ini dimaksudkan untuk menurunkan penggunaan energi. “Ketika penggunaan energi menurun maka proses karbonisasi pada kendaraan pasti juga menurun,” tutur mahasiswa angkatan 2019 ini.
 
Geraldy berharap karya anak bangsa ini mampu mempresentasikan upaya bangsa Indonesia melakukan transisi energi untuk lingkungan yang lebih baik. “Antasena ITS akan terus berjuang mengampanyekan penggunaan energi baru terbarukan melalui inovasi kami untuk bumi yang lebih baik,” ujar dia.
 
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan saat ini Indonesia terus berfokus pada penggunaan energi ramah lingkungan di berbagai sektor perindustrian. Hal itu untuk mengurangi emisi.
 
“Hidrogen merupakan salah satu alternatif energi baru terbarukan yang diyakini menjadi masa depan energi bagi industri di Indonesia bahkan dunia,” ujar dia.
 
Baca: Ciptakan Mobil Bertenaga Tekanan Gas, Tim Spektronics ITS Sabet Emas
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif