Nathania Karina, konduktor perempuan pertama yang akan pimpin Gita Bahana Nusantara. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Nathania Karina, konduktor perempuan pertama yang akan pimpin Gita Bahana Nusantara. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

HUT ke-77 RI

Nathania, Konduktor Perempuan Pertama Gita Bahana Nusantara Doktor Lulusan Boston University

Citra Larasati • 11 Agustus 2022 19:45
Jakarta:   Nathania Karina mengaku sadar betul, bahwa bidang yang ia geluti kini dikenal sangat maskulin. Bukan rahasia lagi, jika di Indonesia, bahkan di dunia sekali pun menjadi konduktor orkestra masih sangat didominasi kaum pria.
 
Bagi Nia, sapaan akrabnya, minornya perempuan yang menggeluti profesi sebagai konduktor orkestra bukanlah persoalan mampu atau tak mampu.  Bahkan bukan juga karena laki-laki lebih baik dan perempuan lebih buruk dalam memimpin sebuah orkestra.
 
Namun, kata Nia, lebih disebabkan kepada minimnya kesempatan yang ada dan kurangnya role model konduktor perempuan.  "Dominasi ini bukan karena ada yang lebih baik dan lebih jelek, tapi karena kesempatannya saja. Makanya saya sangat bersyukur sekali di tahun ini ada kesempatan buat kita, perempuan menjadi konduktor yang memimpin orkestra Gita Bahana Nusantara," kata Nathania, saat ditemui di Pusat Latihan Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara 2022, di Wisma Kinasih, Tepos, Depok, Jawa Barat, Kamis, 11 Agustus 2022.

Mengenal GBN

Nathania Karina, tahun ini dipercaya untuk menjadi perempuan pertama yang akan memimpin orkestra Gita Bahana Nusantara.  Gita Bahana Nusantara adalah pergelaran orkestra yang dikolaborasikan dengan instrumen musik nasional yang terdiri dari gabungan pemusik dan vokalis muda terbaik yang dipilih melalui audisi ketat dari seluruh provinsi di Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gita Bahana Nusantara adalah suatu wadah generasi muda dari seluruh Indonesia dalam bidang musik, yang dibentuk khusus untuk mengisi acara kenegaraan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.  Tujuan pembentukan Gita Bahana Nusantara adalah untuk membangun karakter dan jati diri bangsa, memupuk rasa kebersamaan dan nasionalisme serta meningkatkan apresiasi seni di kalangan generasi muda.
 
Pembentukan Gita Bahana Nusantara adalah untuk memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI setiap tahunnya.  Orkestra GBN ini telah berlangsung selama 19 tahun, sejak 2003.
 
Hingga saat ini, Gita Bahana Nusantara telah menjadi kelompok paduan suara dan orkestra pelajar atau mahasiswa nasional pilihan. Audisi atau seleksi ini dilakukan oleh para juri yang kompeten di bidangnya, dengan memadukan juri dari provinsi (daerah) dan juri dari pusat (Jakarta).
 
Setiap tahun, pemilihan peserta Gita Bahana Nusantara dilakukan secara obyektif dan terbuka. Sepanjang 19 tahun, penampilan GBN selalu dipimpin konduktor pria, kemudian baru tahun ini akan dimpimpin perempuan.
 
Nathania, Konduktor Perempuan Pertama Gita Bahana Nusantara Doktor Lulusan Boston University
Konduktor perempuan pertama di Gita Bahana Nusantara, Nathania Karina. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Doktor Lulusan Boston

Nathania adalah doktor lulusan Boston University yang juga sebelumnya mengambil master dengan gelar ganda, yakni Pertunjukan Piano dan Pendidikan Musik di University of Melbourne.  Sehari-hari, Nia merupakan full time musician yang mengisi waktunya dengan mengajar.
 
"Full time musician, sehari-hari saya mengajar, saya mengasuh di orkestra juga.  Saya memang punya keinginan untuk turut memajukan musik Indonesia ke depannya. Karena generasi muda kita punya potensi yang luar biasa, semoga bisa sama-sama memajukan musik Indonesia," kata Nia.
 
Nia mengakui, menjadi konduktor dan menggeluti orkestra sebenarnya merupakan sebuah ketidaksengajaan.  Sebab secara akademis, Nia justru lebih banyak fokus pada belajar piano. 
 
"Saya menempuh doktor di Boston University, dan fokus sebenarnya, nature-nya itu di piano, jadi enggak sengaja kecemplung di dunia orkestranya," ungkapnya.
 

 
Meski begitu, jalan hidup tersebut sangat ia syukuri dan selalu ia barengi dengan kerja keras.  "Karena senang sekali bisa bertemu dengan adik-adik di sini, kakak-kakak pelatih.  Bagi saya setiap kesempatan itu pembelajaran," bebernya.
 
Nia sendiri mengaku persiapan untuk tampil bersama GBN di Istana Presiden saat HUT ke-77 RI ini sangat panjang.  Mulai dari persiapan teknis, fisik, juga mental.  "Ada persiapan teknis, mental juga, karena mengkonduktori, menggawangi 200an putra putri terbaik dari 34 provinsi di Indonesia itu juga beban mental," tegasnya.
 
Ia pun tak hanya terus berlatih, namun juga tak ragu mempelajari penampilan GBN di tahun-tahun sebelumnya melalui YouTube.  Nia pun merasa sedang bertamu di GBN, sebuah kegiatan yang sudah sangat established sejak 2003.
 
"Perlu mempersiakan diri, ibaratnya di manapun kita bertamu di sebuah organisasi, peru juga mempelajari bagaimana performance-performance sebelumnya, sudah banyak di-upload di YouTube," imbuh Nia. 
 
Selama menjalani pemusatan latihan yang berlangsung selama 14 hari sejak 1 Agustus 2022 ini, Nia tidak menemui kendala berarti. "Saya malah sangat bersemangat setiap menjalani latihan dengan mereka.  "Menurut saya GBN ini versi mininya Indonesia. Kapan lagi kan bisa kenal anak-anak dari berbagai provinsi dalam satu waktu," ujar Nia.
 
Nia berpesan agar seluruh peserta GBN harus menjaga diri, terutama kesehatan hingga pergelaran nanti.  Menurut Nia, para peserta GBN harus berbangga karena sudah terpilih untuk tampil di Istana Merdeka, di hadapan banyak tamu kehormatan, terutama Presiden Joko Widodo. 

Bawakan 17 Lagu

Tahun ini, Gita Bahana Nusantara akan menyanyikan total 17 lagu di Istana Merdeka dan Gedung DPR/MPR untuk pertama kalinya secara tatap myka setelah dua tahun menyajikan tampilan secara virtual karena pandemi covid-19.  Salah satu yang menarik dan ditunggu-tunggu ialah Medley Nusantara yang akan disajikan dengan koreografi apik dan indah.
 
Medley Nusantara adalah aransemen dari berbagai lagu daerah, yakni Indung-indung, Tutu Koda, Bindhe Biluhuta, Sang Bumi Ruwa Jurai. Lir Sa'alir, dan E Mambo Simbu.
 
Menutup perbincangan, Nia berharap penampilan sebagai perempuan pertama dalam memimpin GBN tidaklah menjadi yang terakhir.  "Saya berharap saya di sini bukan yang pertama dan terakhir, jadi harus ada penerus-penerus konduktor perempuan di GBN ke depannya. Perempuan yang mewakili Indonesia bukan karena sekadar dia sebagai perempuan, namun karena prestasi dan kualitasnya," tutup Nia.
Baca juga: HUT ke-77 RI, Gita Bahana Nusantara Bakal Tampil Kembali di Istana Merdeka

 
(CEU)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif