Desfola (Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide) karya mahasiswa Universitas Brawijaya, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
Desfola (Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide) karya mahasiswa Universitas Brawijaya, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.

UB Kembangkan Pendeteksi Bencana Berbasis Android

Pendidikan Riset dan Penelitian
Daviq Umar Al Faruq • 11 Oktober 2018 16:42
Malang: Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (UB) tengah mengembangkan alat pendeteksi potensi bencana alam berbasis android. Alat tersebut diberi nama Desfola (Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide).
 
Desfola dirancang oleh dua mahasiswa UB, yakni Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo. Kedua mahasiswa semester tujuh itu, mengembangkan Desfola di bawah bimbingan dosen Eka Maulana.
 
Salah satu anggota tim, Bagas Priyo Hadi Wibowo mengatakan, Desfola dirancang dengan dua bagian, yaitu sensor dan server. Bagian sensor diletakkan di sejumlah titik di hutan, dan bagian server diletakkan di pemukiman warga dengan koneksi internet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Data yang dideteksi oleh bagian sensor akan ditampilkan di aplikasi android secara realtime. Saat potensi bencana meningkat, alat akan menampilkan warning,sehingga masyarakat bisa lebih waspada, dan menanggulanginya lebih dini,” kata Bagas.
 
Desfola menggunakan sistem pengiriman point to point dalam memaksimalkan kinerjanya. Alat ini dilengkapi dengan empat sensor, dengan pembagian tiga sensor untuk kebakaran hutan, dan sensor sisanya untuk tanah longsor.
 
Sensor yang digunakan untuk mendeteksi kebakaran hutan pada Desfola antara lain flame sensor, CO gas dan temperatur sensor. Sedangkan sensor untuk mendeteksi bencana tanah longsor yakni moisture sensor.
 
Alat ini di desain dengan tiga kondisi, yaitu aman, siaga dan high potensial. Sedangkan, energi yang digunakan dalam alat ini berasal dari baterai. Ke depannya, alat ini akan dikembangkan agar dapat menggunakan panel surya sebagai sumber energi.
 
"Sementara ini alat kita masih berfokus pada deteksi bencana, khususnya kebakaran dan longsor. Ke depannya alat ini akan kita kembangkan lagi supaya bisa mendeteksi jenis bencana lain, karena sensor yang digunakan berbeda," terangnya.
 
Baca:Mahasiswa UNS Ciptakan Beton Berkualitas Tinggi
 
Sebelumnya, Desfola berhasil memperoleh medali emas di kompetisi The 5th International Young Inventors Awards (IYIA) 2018 di Bali, 19-22 September 2018. Kompetisi IYIA 2018 diselenggarakan oleh asosiasi pemenang kompetisi penelitian, atau inovasi nasional dan internasional INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association).
 
IYIA 2018diikuti oleh 15 negara. Mulai dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Taiwan, dan negara lainnya. Sebanyak 317 inovasi dari peserta dalam dan luar negeri dipamerkan dalam kompetisi internasional tersebut.
 
Selain itu, Desfola juga berhasil memperoleh Silver Medal pada ajang International Research Innovation, Invention, and Solution Exposition (IRIISE) 2018 di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada 14-16 Agustus 2018 lalu.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif