Assed Lussak, Alumnus Hubungan Internasional UGM (Kanan). Foto: Tanoto Foundation
Assed Lussak, Alumnus Hubungan Internasional UGM (Kanan). Foto: Tanoto Foundation

Keren! Lulusan UGM Bawa UMKM Indonesia Invasi Pasar Tiongkok

Citra Larasati • 10 Juli 2026 23:26
Ringkasnya gini..
  • Alumnus UGM Assed Lussak bantu UMKM lokal tembus ekspor ke Tiongkok lewat perusahaannya, Next Step.
  • Next Step juga fasilitasi pelajar RI raih beasiswa dan kuliah di kampus top Tiongkok secara menyeluruh.
  • Sempat raih beasiswa saat kuliah, Assed kini aktif jalankan misi sosial bangun daerah 3T di Indonesia.
Jakarta: Menembus pasar internasional sering kali dianggap seperti menempuh jalan menanjak bagi sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Rumitnya birokrasi, keterbatasan bahasa, hingga minimnya pengetahuan soal peta persaingan global kerap jadi penghalang utama.
 
Namun, stigma itu dipatahkan oleh Assed Lussak, Alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM). Lewat perusahaan konsultan Next Step yang didirikannya, Assed membawa semangat "serangan balik" untuk memobilisasi UMKM lokal agar berani menginvasi pasar raksasa, khususnya Tiongkok.
 
“Saya melihat ada potensi raksasa yang belum tergarap optimal oleh para pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk melangkah keluar dari zona nyaman pasar domestik,” ujar Assed di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.

Sebagai fasilitator, mantan penerima beasiswa Tanoto Foundation ini sadar betul bahwa Tiongkok dengan 1,4 miliar penduduknya adalah target market yang sangat seksi. Next Step pun terjun langsung melakukan business matching, menyediakan info pasar, hingga mengurasi produk lokal seperti komoditas, furnitur, dan industri kreatif agar bisa bersaing di Negeri Panda tersebut.
 
“Kami melakukan pendampingan ini mulai dari tahap pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga peninjauan dokumen kerja sama legal seperti Letter of Agreement (LOA) dan Letter of Intent (LOI),” lanjut Assed di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
 
Hasilnya nggak main-main! Sudah ada lebih dari 10 pelaku bisnis menengah yang berhasil difasilitasi, dengan nilai transaksi menembus angka di atas Rp1 miliar per bulan untuk masing-masing pengusaha. Makin totalitas, Next Step bahkan membuka kantor perwakilan resmi di Shanghai agar UMKM Indonesia punya jangkar kuat di episentrum ekonomi Tiongkok.

Buka Jalan Gen Z Kuliah ke Luar Negeri

Bagi Assed, menjembatani konektivitas Indonesia dan Tiongkok tidak cuma soal keuntungan dan dagang. Paparan global ini juga harus dirasakan oleh generasi muda Tanah Air. Dari sinilah layanan Eduverse Next Step lahir.
 
Next Step berekspansi menjadi konsultan pendidikan end-to-end yang fokus membantu mahasiswa Indonesia melanjutkan studi jenjang S1, S2, hingga S3 di berbagai kampus bergengsi Tiongkok. Beberapa di antaranya adalah Beijing Institute of Technology, Tianjin University, hingga Beijing Language and Cultural University. Sering kali, klien mereka juga mengajak generasi kedua penerus bisnis untuk ikut business trip sembari merencanakan studi.
 
“Dengan menyediakan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pemilihan jurusan, pencarian beasiswa, hingga proses pendaftaran. Karena kami melihat banyak calon mahasiswa dan keluarga membutuhkan proses yang lebih terarah dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Misi Sosial Pemuda dari Kampus ke Pelosok Negeri

Kesadaran tinggi Assed soal akses pendidikan dan pemerataan rupanya lahir dari pengalaman pribadinya. Pada 2009 silam saat masih berstatus mahasiswa FISIPOL UGM, ia adalah penerima beasiswa National Champion Scholarship dari Tanoto Foundation. Beasiswa ini membebaskannya dari keharusan part-time alias kerja sampingan, sehingga ia bisa fokus networking dan berorganisasi.
 
Pijakan inilah yang membentuk kepedulian sosialnya. Saat malang melintang bekerja sebagai konsultan bisnis hingga pelabuhan pada periode 2011-2014, Assed sering blusukan ke luar Pulau Jawa dan melihat langsung realitas pahit ketimpangan.
 
“Begitu jomplang jika dibandingkan dengan kehidupan di kota-kota besar di Jawa,” kata Assed. 
 
Keresahan itu memanggilnya untuk bergabung dengan Yayasan Tunas Bakti Nusantara pada 2017. Lembaga inisiasi alumni SMA Taruna Nusantara ini fokus menggarap pemberdayaan sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Bersama anak-anak muda lainnya, Assed turun tangan langsung membangun fasilitas sosial di Poso, Sulawesi Tengah.
 
Bahkan, ada cerita tak terlupakan saat ia bertugas di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Ada pengalaman unik juga ketika kami menjalankan program di NTB. Program utama kami sebenarnya adalah mendirikan fasilitas layanan kesehatan karena ini program kolaborasi antara yayasan dengan Kemenkes. Namun dalam perjalanannya, kami juga diminta untuk mendamaikan dua desa yang selama bertahun-tahun saling bermusuhan,” kenangnya di Jakarta.
 
Perjalanan panjang dari bangku kuliah, mendirikan perusahaan multinasional, hingga blusukan ke daerah terpencil membuat Assed menyadari satu hal krusial, yakni peran kekuatan anak muda. Baginya, anak-anak muda kreatif adalah motor penggerak paling potensial untuk membawa perubahan inklusif bagi Indonesia yang lebih merata.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA