Guru SMA swasta Handayani Pekanbaru. Tangkapan layar
Guru SMA swasta Handayani Pekanbaru. Tangkapan layar

Guru Kerja 24 Jam Selama Pembelajaran Daring

Pendidikan Pembelajaran Daring Metode Pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh
Arga sumantri • 19 November 2020 16:11
Jakarta: Mila Faldiah Nur, guru SMA swasta Handayani berbagi cerita kendala mengajar daring selama pandemi virus korona (covid-19). Salah satunya, waktu kerja yang tak menentu.
 
"Kami bekerja tidak delapan jam lagi mungkin, tapi 24 jam dalam hal mencapai tujuan pembelajaran," ungkap Mila dalam diskusi virtual Forum Dialog Produktif Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kamis, 19 November 2020.
 
Selama belajar daring, kata Mila, waktu pengumpulan tugas tak lagi terbatas waktu sebagaimana pembelajaran tatap muka di sekolah. Seringkali, siswa baru mengumpulkan tugas yang diberikan pada tengah malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengumpulan tugas kan tidak hanya pas jam belajar, mungkin sampai tengah malam itu mereka (siswa) bisa juga kirim tugas. Kita periksa tugasnya pun enggak bisa sekaligus," ungkap Mila.
 
Baca:Pontang-panting Merancang Pembelajaran Daring
 
Suasana belajar, menurut Mila, juga sangat jauh berbeda antara pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan belajar tatap muka. Manajemen waktu yang paling dirasakan guru maupun siswa. "Mereka (siswa) merasa suasananya tidak susasana sekolah yang tidak mengikat mereka dengan bel. Jadi mereka banyak alasan, misalnya soal absen," kata Mila.
 
Rasa tanggung jawab jadi satu-satunya modal siswa untuk bisa berhasil mengikuti belajar daring. Mila mengakui, ada siswa yang memang punya tanggung jawab tinggi, namun ada pula yang tidak.
 
"Yang enggak bisa bertanggung jawab itu kita harus lebih ekstra dalam mengajarnya," ungkapnya.
 
Guru Kerja 24 Jam Selama Pembelajaran Daring
Pendidik STKIP PGRI Bandar Lampung, Sri Murni. Tangkapan layar.
 
Demikian pula yang dirasakan Pengajar di STKIP PGRI Bandar Lampung, Sri Murni. Ia mengaku amat terkendala dalam memberikan materi ajar selama menjalani pembelajaran dari rumah. Apalagi, Sri punya dua balita yang tak jarang mewajibkannya membagi waktu dan tugas secara proporsional.
 
Motivasi belajar, kata dia, juga menjadi masalah bagi para mahasiswa. Semangat belajar seringkali menurun, manajemen waktu belajar juga sering berantakan. "Kadang mereka telat bangun, lupa ada jam kuliah, dan sebagainya," ujar Sri.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif