Usai menguasai microteaching, mahasiswa diwajibkan mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) alias magang. Pada program ini, mahasiswa akan diterjunkan langsung ke sekolah mitra perguruan tinggi untuk mengajar selama kurang lebih dua bulan.
Selama magang, tentunya mahasiswa dapat menerapkan ilmu dan teori yang sudah dipelajari di kampus, seperti RPP, media pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Tidak hanya hard skill, mahasiswa juga dapat mengasah kemampuan komunikasi, interpersonal, analisis, dan kreativitas.
Barulah di semester delapan atau semester akhir, mahasiswa mulai menyusun skripsi sebagai persyaratan menyandang gelar akademis.
Universitas yang menggelar jurusan PGSD
Di Indonesia, sudah banyak perguruan tinggi menggelar program studi PGSD. Bahkan, beberapa di antaranya telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT).Misalnya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Jurusan PGSD di kampus ini termasuk salah satu jurusan yang banyak diminati, di mana pendaftar SBMPTN 2021 mencapai 2.277 peserta.
Hal serupa juga terjadi di Universitas Negeri Semarang (Unnes). PTN ini membuka 185 kursi melalui jalur UTBK-SBMPTN dengan peminat di 2021 mencapai 2.119 peserta. Persaingan yang cukup ketat, bukan?
Sadar akan tingginya minat calon mahasiswa terhadap jurusan PGSD, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara khusus membuka banyak kursi untuk program studi ini. Tak tanggung-tanggung, PTN itu memiliki enam kampus yang masing-masingnya menyelenggarakan jurusan PGSD.