Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek, Praptono. Foto: YouTube
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek, Praptono. Foto: YouTube

Syarat Jadi Kepsek, Pemerintah Masih Akomodir Jebolan Diklat Calon Kepala Sekolah

Pendidikan pendidikan Guru Sekolah Kepala Sekolah Guru Penggerak Kemendikbudristek
Citra Larasati • 20 Januari 2022 20:31
Jakarta:  Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) masih akan mengakomodir guru-guru jebolan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Kepala Sekolah untuk menjadi kepala sekolah.  Hal ini ditegaskan, meski ke depannya calon kepala sekolah hanya direkrut dari jebolan program pendidikan Guru Penggerak.
 
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek, Praptono mengatakan, bahwa mulai saat ini salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah adalah dengan menjadi guru penggerak.  Selama ini, calon kepala sekolah diambil dari lulusan Pendidikan dan Latihan (diklat) Calon Kepala Sekolah.
 
"Namun di 2022 diklat calon kepala sekolah ini sudah kita ditiadakan. Tapi untuk sementara ini masih akan mengakomodir guru-guru yang masih memiliki sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah," kata Praptono, dalam Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar bertema 'Guru Hebat untuk Pendidikan Indonesia Maju', Kamis, 20 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aturan baru ini, kata Praptono telah memiliki payung hukum yang ditandatangani oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim dalam bentuk Permendikbudristek nomor 40 tahun 2021.  Di pasal 4 Permendikbud itu disebutkan bahwa calon kepala sekolah adalah mereka yang memiliki sertifikat Guru Penggerak. 
 
"Jadi penyiapan untuk memenuhi kebutuhan kepala sekolah ini akan kita ambil dari pendidikan calon Guru Penggerak. Guru penggerak sebagai 'pool' untuk rekrutmen kepala sekolah," jelas Praptono.
 
Baca juga:  Penunjukkan Kepala Sekolah dari Guru Penggerak Masih Opsional
 
Skema ini nantinya juga akan memberikan kesempatan kepada guru penggerak untuk tidak hanya menjadi kepala sekolah, namun juga pengawas dan instruktur.  "Jadi nanti untuk guru penggerak ada jenjang kariernya," terangnya.
 
Untuk saat ini, regulasi yang sudah terbut baru untuk rekrutmen kepala sekolah.  Namun dalam waktu dekat Praptono berharap regulasi untuk pengawas sekolah juga segera terbit.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif