Ketum PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Medcom/Citra Larasati
Ketum PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Medcom/Citra Larasati

Hari Guru Nasional

PGRI: Belum Ada Terobosan Atasi Learning Loss di Masa Pandemi

Pendidikan guru Hari Guru Nasional Kualitas Guru Program Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 25 November 2020 20:05
Jakarta: Hari Guru Nasional (HGN) 2020 mengangkat tema Bagikan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar. Semangat dan kemerdekaan untuk mewujukan dunia pendidikan lebih baik ternyata belum tampak nyata bagi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
 
"Kami jujur saja belum melihat adanya terobosan, baik untuk siswa, maupun mahasiswa yang dapat memperkecil apa yang disebut learning loss, terlebih karena covid-19 ini," kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi dalam siaran langsung instagram osc_medcom, Rabu 25 November 2020.
 
Kemudian jika bicara dari aspek guru, kata Unifah, pihaknya juga belum melihat akselerasi dari pemerintah dalam momentum HGN. Khususnya, akselerasi terkait program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai masih terdapat aturan yang membelenggu guru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seharusnya aturan yang membelenggu juga harus dapat disederhanakan, tapi kan ternyata tidak. Akhirnya ada guru banyak yang jadi korban covid-19, karena dia mesti datang, tetap absensi. Jadi pemihakan pada guru itu masih jadi PR yang panjang," jelasnya.
 
Baca: PGRI: 99% Suara Hati Guru Ingin Pembelajaran Tatap Muka
 
Menurut Unifah, pemerintah seharusnya dapat turun membuat kebijakan yang memiliki keberpihakan pada guru, terlebih di tengah keterbatasan akibat covid-19 saat ini. Meski belum mendapatkan perhatian lebih, bukan berarti PGRI tak bertindak.
 
"Dari aspek PGRI kita melakukan inovasi dari pendidik dan tenaga kependidikan, kita baru saja launch olimpiade guru secara virtual, menjaring karya dan didaftarkan ke hak kekayaan intelektual, isinya inovasi dan menampilkan perjuangan guru," ungkapnya.
 
Dia berharap pemerintah dibukakan matanya dalam memberikan perhatian kepada guru. PGRI fokus untuk terus menghasilkan karya.
 
"Capek deh lihat diskusi dengan seremoni. Kami ingin wujudkan suatu karya nyata," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif