Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas, MI/Gino Hadi.
Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas, MI/Gino Hadi.

Rekrutmen Guru Honorer untuk PPPK Diminta Perhatikan Kualitas

Pendidikan guru Kebutuhan Guru Guru Honorer
Citra Larasati • 18 November 2020 19:46
Jakarta: Pemerintah akan segera membuka kesempatan bagi guru honorer untuk menjadi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah memetakan adanya defisit satu juta guru di seluruh Indonesia dan perekrutan guru ini merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
 
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Nadia Fairuza Azzahra berharap, langkah tersebut berdampak positif untuk menyelesaikan permasalahan yang ada seputar guru. Seperti kekurangan jumlah, persebaran yang tidak merata, dan kualitasnya yang dianggap belum memadai.
 
Namun idealnya, perekrutan guru honorer disesuaikan dengan kompetensi inti dari fokus pendidikan nasional. Fokus pendidikan di Indonesia kini berpusat pada kompetensi inti seperti kemampuan berpikir kritis, kemampuan numerasi dan literasi, kolaborasi, serta pendidikan karakter yang berpatokan pada standar internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu diharapkan perekrutan guru diharapkan dapat menjaring guru-guru honorer yang bertalenta dan sesuai dengan relevansi pendidikan masa kini. Metode perekrutan guru honorer juga diharapkan dapat berlangsung transparan, sistematis dan mengutamakan perekrutan guru-guru yang memiliki kemampuan dan cara mengajar yang tidak hanya cakap administrasi.
 
“Metode perekrutan juga sebaiknya sesuai dengan relevansi kebutuhan Indonesia. Kompetensi inti dari fokus pendidikan tadi diharapkan bisa memperbaiki kualitas pendidikan secara keseluruhan dan kualitas para siswa. Pemerintah perlu memperhatikan hal ini, tidak hanya fokus pada perhitungan di atas kertas semata,” jelas Nadia.
 
Baca juga:Bakal Angkat Sejuta Guru Honorer, Kemendikbud Diminta Perjelas Mekanisme
 
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat menyiapkan materi pembelajaran mandiri gratis yang dapat menjadi bahan bagi guru untuk persiapan tes. Diharapkan bahwa materi pembelajaran ini dapat menjadi sumber pembelajaran yang relevan dengan permintaan kompetensi guru pada abad 21.
 
Dengan adanya rekrutmen ini, diharapkan permasalahan kekurangan guru dapat teratasi. Ia juga berharap guru-guru ini akan ditempatkan menyesuaikan dengan data daerah-daerah yang memang membutuhkan tambahan guru.
 
Hal ini guna meminimalisir adanya penumpukan guru di daerah yang kebutuhannya sudah terpenuhi dan kekurangan guru di daerah yang paling membutuhkan. Adanya pembaruan data dan sinkronisasi data guru secara nasional antara Kemenpan-RB, Kemendikbud, pemerintah daerah, serta K/L lain sangat penting untuk memecahkan permasalahan ini.
 
Selain itu, di masa depan, pemerintah benar-benar perlu melakukan pembenahan dalam program pelatihan guru. Berbagai studi telah menyatakan bahwa program pelatihan guru tidak banyak meningkatkan kompetensi guru di sekolah.
 
Perlu adanya perubahan dalam program pelatihan guru yang agar guru-guru ini selalu dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi secara berkelanjutan.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif