Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Pelatihan Guru Selama Pandemi Tak Efektif Gagal Hadang Learning Loss

Citra Larasati • 24 November 2021 15:53
Jakarta:  Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai, sejumlah pelatihan guru yang digelar selama pandemi covid-19 tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Tanah Air. 
 
Meski begitu, P2G tetap mengapresiasi semangat para guru dalam mengikuti pelatihan online selama pandemi tersebut. Tujuan mulia guru tetap dihargai, sebagai komitmen meningkatkan kualitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang efektif, dan bermakna bagi siswa. 
 
"Tapi kenyataannya inflasi pelatihan guru belum berdampak signifikan terhadap kualitas PJJ, alhasil PJJ tidak efektif. Pelatihan guru selama pandemi hanya memindahkan pola mengajar offline yang didigitalisasikan. Gaya dan metode pembelajaran sebelum pandemi tak berbeda dengan PJJ," tegas Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, Rabu, 24 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iman menyesalkan, bukannya mengevaluasi PJJ dan merevitalisasi PJJ agar efektif, Kemendikbudristek malah mendorong Pembelajaran Tatap Muka (PTM) segera dilaksanakan dengan terburu-buru, meski kondisi pandemi belum pulih. Akibatnya banyak daerah sekolahnya menjadi klaster covid-19. 
 
P2G mencatat sejak PTM terbatas dimulai 30 Agustus 2021 sampai akhir November ini, ada 21 daerah yang menghentikan PTM karena siswa dan guru positif covid-19.  Yaitu Purbalingga, Jepara, Padang Panjang, Kab Mamasa, Kota Bekasi, Tabanan, Depok, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta, Grobogan, Pati, Salatiga, Gunung Kidul, Majalengka, Solo, Kota Bandung, Semarang, Bogor, Tasikmalaya, dan Indramayu.
 
"Artinya kita tidak punya waktu mengoptimalkan PJJ secara benar dan efektif. Sehingga yang terjadi siswa makin bosan dan mengasumsikan bahwa jawaban kegagalan PJJ adalah PTM. Padahal sistem PJJ yang sesungguhnya tidak pernah tercapai," papar guru honorer ini.
 
Baca juga:  P2G Mendesak Pemerintah Perbaiki Sistem Seleksi Guru PPPK
 
Berdasarkan kondisi tersebut, P2G mendorong Kemendikbudristek dan Kemenag membuat formulasi atau grand design PJJ. Ini penting karena dibutuhkan masa depan. Sebagai langkah antisipatif, jika Indonesia kembali menghadapi bencana alam atau katastrofe tahun-tahun mendatang yang tak bisa diprediksi. 
 
"Grand design sistem pengelolaan pendidikan masa bencana penting disiapkan. Sehingga pemerintah sudah siap menghadapi ancaman katastrofe yang berpotensi mengganggu sistem pendidikan nasional dan kualitas sumber daya manusia," tegas Iman.
 
Tak seperti sekarang, kata Iman, karena belum memiliki formulasi tepat, sistem pendidikan merespons perubahan secara lambat dan langkah penanggulangan pun parsial dalam menghadapi dampak buruk pandemi terhadap pendidikan.  Dampaknya tentu saja dapat diduga, yaitu melahirkan learning loss.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif