Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: MI/Barry Fathahillah
Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: MI/Barry Fathahillah

SEAQIL Beri Beasiswa 500 Guru dan Tenaga Kependidikan di Asia Tenggara

Pendidikan pendidikan Guru Beasiswa asia tenggara
Citra Larasati • 20 April 2022 23:37
Jakarta:  SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) memberikan program beasiswa selama tiga bulan untuk 400 guru bahasa asing dan 100 tenaga kependidikan di Asia Tenggara. Beasiswa tersebut berlangsung mulai 20 April-20 Juli 2022.
 
SEAQIL selalu berupaya mendukung pendidikan bahasa asing yang lebih mudah diakses dan merata di Asia Tenggara melalui berbagai program dan kegiatan. Dengan kesuksesan di tahun sebelumnya, SEAQIL kembali memberikan beasiswa yang diselenggarakan selama tiga bulan dalam bentuk Pelatihan Daring Peningkatan Kompetensi Bahasa Asing 2022 menggunakan platform ALTISSIA. 
 
Sekretaris Jenderal yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Endang Aminudin Aziz.  “Melalui program ini, Indonesia secara khusus mendukung Asia Tenggara untuk mengembangkan guru bahasa asing dan tenaga kependidikan yang berkualitas,” kata Aminudin, Rabu, 20 April 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Direktur Sekretariat SEAMEO, Ethel P. Valenzuela menekankan, bahwa pemerataan akses pembelajaran dan penilaian merupakan prioritas utama untuk mencapai pemerataan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa kompetensi bahasa asing memiliki peran yang sangat penting karena materi pembelajaran dan pengetahuan tersedia secara daring dan gratis. 
 
“Saya melihat penguasaan bahasa asing penting karena dapat memperluas dan membuka kesempatan serta berkontribusi secara signifikan untuk mencapai pendidikan yang dapat diakses, inklusif dan adil bagi semua orang di abad ke-21,” tekannya. 
 
Baca juga:  Kursus Bahasa Asing Lewat Beasiswa Jurnalis 2022, Gratis!
 
Direktur SEAQIL, Luh Anik Mayani menyampaikan, bahwa beasiswa tahun ini menarik 1.661 pendaftar dari 11 negara, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.  “Namun, hanya 400 guru bahasa asing dan 100 tenaga kependidikan yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, Jerman, Prancis, Portugis atau Spanyol,” ungkap Luh Anik. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif