Penandatanganan MoU Pembangunan SEC Living Lab antara UMN dan Perwakilan Silla University Korea. Foto: ANT
Penandatanganan MoU Pembangunan SEC Living Lab antara UMN dan Perwakilan Silla University Korea. Foto: ANT

UMN Jadi Pusat Pelatihan Tenaga Ahli Bidang Industri 4.0

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi
Antara • 08 Juni 2021 16:38
Tangerang:  Universitas Multimedia Nusantara (UMN) terpilih sebagai pusat pelatihan tenaga ahli di bidang industri 4.0 dalam proyek tiga tahun bertajuk “The Establishment and Joint Operation of Indonesia-KOICA-4th Industry Revolution (IK4IR) Center”.
 
Rektor UMN, Ninok Leksono menyebutkan, dipilihnya UMN berkat kerja sama yang dilakukan bersama Silla University dan mendapatkan hibah dari The Korea International Cooperation Agency (KOICA). "Jalinan kerja sama dan kolaborasi ini dalam mendidik dan meningkatkan kualitas SDM di bidang Tridarma Perguruan Tinggi," kata Ninok dalam keterangannya di Tangerang, Selasa, 8 Juni 2021
 
Wakil Rektor bidang Hubungan dan Kerja Sama UMN, Muliawati Siswanto menambahkan, saat ini UMN memiliki empat fakultas yaitu Teknik dan Informatika, Ilmu Komunikasi, Bisnis dan Fakultas Seni dan Desain yang bekerja sama dengan universitas ternama di dalam dan luar negeri.  Kerja sama juga dijalin dengan industri untuk program magang dan penyedia sertifikat keahlian seperti Microsoft, Oracle, Huawei, dan sebagainya.
 
Manajer Global Office UMN, Boby Arinto menuturkan, kerja sama antara UMN dengan Silla University telah berlangsung selama beberapa tahun untuk berbagai bidang akademik.  Sejak pertengahan 2020, Fakultas Teknik Silla University diarahkan untuk bekerja sama dengan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UMN dalam penyusunan proposal proyek kepada KOICA sebagai pusat pendidikan teknik dan membina tenaga ahli untuk Revolusi Industri ke-4 di Tangerang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini program tersebut sudah terwujud," katanya.
 
Dekan FTI UMN, Niki Prastomo menjelaskan, KOICA merupakan organisasi pemerintah yang didirikan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan untuk meningkatkan efektivitas program bantuan hibah Korea Selatan untuk negara berkembang.  Yakni dengan melaksanakan program pemerintah yang dianggarkan sebesar 898 juta Won korea.
 
Hibah yang diterima dari KOICA untuk proyek ini yakni untuk pembangunan pusat pelatihan teknis revolusi industri ke-4 di lingkungan UMN, pengembangan kurikulum perkuliahan dan silabus, pembangunan pusat infrastruktur fasilitas atau peralatan pendidikan.  Selain itu juga untuk dua laboratorium, serta membuat modul kuliah online untuk tingkat Sarjana yang dapat digunakan di masa pasca Pandemi covid-19.
 
"Pusat pelatihan ini didirikan untuk menghasilkan para spesialis yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang teknologi revolusi ke-4 di Indonesia, terutama di wilayah Tangerang," katanya.
 
Baca juga:  UKDW Tambah Jumlah Guru Besar
 
Proyek ini menjadi implementasi kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia dengan memperkuat “Kemitraan Strategis Khusus” untuk membentuk konsensus Official Development Assistance (ODA).
 
Keberadaan pusat pelatihan, kurikulum, fasilitas, dan modul perkuliahan dari proyek ini dapat dimanfaatkan oleh peserta pelatihan, dosen UMN, mahasiswa dan juga pihak-pihak lain di luar UMN.
 
Niki menambahkan, mahasiswa FTI UMN mendapatkan kesempatan untuk menggunakan pelatihan ini sebagai bagian dari skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta akses untuk fasilitas, bahan ajar, dan modul perkuliahan.
 
“Rekan-rekan dosen akan mengikuti pelatihan terlebih dahulu dalam bidang Track Big Data dan The Smart Factory Track. Selain berkoordinasi dengan pihak Silla University dalam hal akademik, pembahasan mengenai fasilitas pelatihan dan laboratorium juga sedang dilakukan,” katanya
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif