“Beberapa desa seperti Sipange masih terdampak cukup parah dan menyisakan banyak material banjir berupa kayu dan lumpur. Ada juga desa yang sudah mulai masuk tahap pemulihan awal, meskipun belum sepenuhnya pulih,” kata Wakil Ketua Umum TBM Galenus FK Maranatha, Moses Fuzu Jouma , dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Februari 2026.
Moses mengatakan kondisi lapangan di tiap desa cukup beragam. Total pasien yang dilayani mencapai 434 orang selama 25 Januari sampai 1 Februari 2026.
Pelayanan medis diberikan oleh mahasiswa FK Maranatha, yakni Maria Livona, Maydeline, dan Dea Aulia, serta dua orang dokter yaitu dr. Pratiwi Octonia Naibaho dan dr. Elysabeth Maharani C. Moses mengungkap ada lima penyakit yang paling banyak diderita warga.
“Penyakit yang paling banyak ditangani tim meliputi ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), myalgia, hipertensi, dermatitis, dan pioderma,” beber Moses.
Selain itu, masih banyak warga masyarakat yang membutuhkan bantuan. Mereka sangat terharu, bahkan menangis karena akhirnya mendapatkan pelayanan kesehatan dan bantuan, termasuk akses air bersih yang sempat terputus pascabanjir.
Tim TBM Galenus mendapatkan pelajaran berharga selama memberikan pelayanan medis di daerah bencana. “Kami belajar banyak tentang pelayanan kesehatan di situasi bencana, kecepatan bekerja, serta alur pelayanan medis di lapangan," ujar Moses.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News