Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, berpesan kepada seluruh wisudawan agar menjadi lulusan yang berdaya saing. Dia mengatakan dari 415 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten, UK Maranatha adalah salah satu dari 19 perguruan tinggi yang telah terakreditasi Unggul.
“Saya yakin, kalian dihasilkan dari perguruan tinggi yang Unggul, sehingga memiliki daya saing yang selangkah lebih maju,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Ia juga menyampaikan agar para wisudawan UK Maranatha dapat menjadi lulusan yang JAGO, yakni jejaring, adaptif, gesit atau agile, orisinal dan autentik. Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, Orias Petrus Moedak, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan beserta orang tua atau wali masing-masing.
Ia berpesan kepada seluruh wisudawan agar menjadi berkat bagi banyak orang. “Bagi orang tua, sahabat, dan kerabat, terus doakan anak-anak kita, karena ini baru hari pertama mereka masuk dalam dunia sebagai wisudawan dan wisudawati, lulus dari UK Maranatha,” ucap dia.
Upacara wisuda ini merupakan momen yang sangat dinantikan oleh mahasiswa, sebagai titik akhir dari perjuangan menempuh studi. Lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi, Jasmine Noor Fitriani Gumilar, dalam ucapan perpisahannya mewakili seluruh wisudawan menyampaikan terima kasih kepada UK Maranatha dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka selama ini.
“Terima kasih karena tidak hanya mendidik kami menjadi pribadi yang berilmu, tetapi juga menjadi pribadi yang kuat dalam proses kehidupan,” ucap dia.
Baca Juga :
Universitas Maranatha Masuk 5 Besar! Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

Upacara Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 UK Maranatha. DOK UK Maranatha
Jasmine mengenang selama menempuh pendidikan di Maranatha, mereka belajar bahwa perjalanan tersebut bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa.
“Kami belajar menghadapi tekanan, bertanggung jawab atas pilihan, menghargai proses, dan bangkit setiap kali keadaan tidak sesuai harapan,” ujar Jasmine.
Natalia Sumantri, mengenang masa studinya semula diliputi keraguan. Wisudawan terbaik dari Fakultas Psikologi itu bukan berlatar belakang dari psikologi ketika masuk program magister, sehingga tidak ada bayangan sama sekali mengenai ilmu psikologi.
“Menariknya, saya dibimbing oleh banyak dosen yang sepenuh hati dan juga banyak ilmu. Saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan, dan dapat bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang profesi,” ujar Natalia yang berhasil menyelesaikan studi pada Program Magister Psikologi Sains dengan IPK 4,00 dan meraih predikat Cum Laude itu.
Natalia bersyukur dapat menjalani perkuliahan dengan lancar, walaupun saat ini ia telah berkeluarga, sehingga harus pandai-pandai membagi waktu. Pengalaman Natalia senada dengan yang disampaikan oleh Rektor Universitas Kristen Maranatha, Frans Umbu Datta.
“Many of you arrived on this campus uncertain. Uncertain about your future, your path, even about yourselves. But along the way, something happened. You found mentors who believed in you. You found friends who walked with you. You found a place that felt like home,” ujar Frans.
Pesan yang disampaikan dalam bahasa Inggris itu mengandung makna perjalanan studi sebagai seorang mahasiswa di UK Maranatha dapat mengubah seseorang yang tadinya dipenuhi ketidakpastian, menuju keberhasilan karena berada di tempat dan lingkungan pendidikan tinggi yang suportif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News