OMB UMN 2022. DOK UMN
OMB UMN 2022. DOK UMN

OMB UMN 2022, Mahasiswa Baru Diajak Hindari Kekerasan Hingga Narkoba

Renatha Swasty • 18 Agustus 2022 20:42
Jakarta: Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Multimedia Nusantara (OMB UMN) 2022 terus berupaya menciptakan suasana kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai kasus perundungan dan kekerasan seksual. OMB UMN mendorong peserta untuk dapat tumbuh menjadi generasi emas yang bebas dari narkoba dan fokus mengembangkan diri di tengah industri 4.0.
 
Hal ini disalurkan melalui pemaparan seminar dan pemberian modul kepada seluruh peserta oleh ahli pada Kamis, 18 Agustus 2022 dalam OMB UMN 2022 hari kedua sekaligus hari terakhir.
 
“Faktor pertama terjadinya kekerasan seksual adalah minimnya edukasi, baik secara pemahaman maupun norma. Yang kedua adalah ketidakmampuan untuk mengontrol diri. Biasanya terjadi karena kita memproyeksikan luka pribadi terhadap orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki empati,” ujar pendiri Menjadi Manusia,  Rhaka Ghanisatria, dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini tidak jauh dengan pengertian setiap orang memiliki batasan yang berbeda sehingga masing-masing orang perlu mengerti hal tersebut. Tak hanya membahas mengenai kekerasan seksual dan perundungan, OMB UMN 2022 turut mengundang Mulyanto, psikolog Badan Narkotika Nasional RI, untuk memberikan edukasi terkait narkoba.
 
“Banyak orang yang mencari shortcut untuk menjadi bahagia dengan narkoba. Padahal, dengan berolahraga, menonton komedi, meditasi, makan, dan lainnya bisa merangsang terbentuknya hormon, seperti endorfin dan oksitosin, yang dapat membuat kita bahagia pula,” papar Mulyanto.
 
Mulyanto juga meluruskan pemahaman keliru yang membuat pengguna narkoba takut mencari pertolongan. Dia menyebut dalam UU Nomor. 39 Tahun 2009 tentang Narkotika, Indonesia sangat manusiawi terhadap penyalahguna.
 
Indonesia memiliki Institusi Wajib Lapor. Apabila terdapat pengguna yang melapor pada Badan Narkotika Nasional (BNN), maka pengguna tersebut tidak akan diproses secara hukum.
 
“Tetapi ia akan segera diberi obat dan menjalankan rehabilitasi,” tutur Mulyanto.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif