Program spesialis Universitas Kristen Maranatha
Program spesialis Universitas Kristen Maranatha

Dukung Arahan Presiden, UK Maranatha Buka Program Spesialis Baru

Citra Larasati • 19 Februari 2026 15:34
Ringkasnya gini..
  • Universitas Kristen Maranatha membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) obstetri dan ginekologi.
  • Peluncuran kolaborasi strategis percepatan pembukaan program pendidikan dokter spesialis empat universitas di Jawa Barat merupakan bagian dari PHTC.
  • Keempat universitas sepakat membangun ekosistem pendidikan spesialis berbasis kolaborasi.
Jakarta: Universitas Kristen Maranatha membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) obstetri dan ginekologi. Peluncuran dilakukan bersamaan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Grha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Bandung. 
 
Peluncuran tersebut menandai dimulainya operasional empat program studi spesialis dan empat program studi subspesialis baru di empat perguruan tinggi di Jawa Barat, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Universitas Islam Bandung (Unisba), dan Universitas Kristen (UK) Maranatha.
 
Peluncuran kolaborasi strategis percepatan pembukaan program pendidikan dokter spesialis empat universitas di Jawa Barat merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, terutama dalam meningkatkan jumlah dan pemerataan dokter spesialis dan subspesialis di Indonesia.

Keempat universitas sepakat membangun ekosistem pendidikan spesialis berbasis kolaborasi. Fakultas Kedokteran (FK) Unpad dalam hal ini juga berperan sebagai pembina. 
 
Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyatakan percepatan pembukaan program studi ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola pendidikan dokter spesialis dan subspesialis secara sistemik dengan tetap menjaga mutu pendidikan yang baik. 

Program Dokter Spesialis Pertama FK Maranatha

Rektor UK Maranatha, Frans Umbu Datta menyampaikan terima kasih khususnya kepada Unpad atas persiapan penyelenggaraan PPDS obstetri dan ginekologi di FK Maranatha.
 
“Luar biasa, memasuki usia 61 tahun, UK Maranatha untuk pertama kalinya membuka program pendidikan dokter spesialis,” ujar Frans. 
 
“Ini adalah momentum bersejarah. Maranatha sudah sekitar lima puluh tahun berkontribusi menyumbang kelahiran dokter-dokter umum bagi bangsa ini. Namun, hari ini berbeda, karena ini adalah program spesialis, dan kita ikut mendukung program nasional,” lanjutnya.
 
Prof. Frans juga mengatakan bahwa pembukaan program spesialis di FK Maranatha merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan dan fasilitas Rumah Sakit (RS) Maranatha.

Konsisten Lahirkan Dokter Baru

Beberapa hari sebelumnya, FK Maranatha menggelar sidang terbuka dalam rangka pengambilan janji dan sumpah dokter baru periode Februari 2026. Pada kesempatan ini, ditetapkan 15 orang dokter baru yang telah lulus uji kompetensi nasional.
 
Sekretaris Umum Universitas, Prof. Dr. Pan Lindawaty Suherman Sewu, S.H., M.Hum., M.Kn. dalam kesempatan tersebut menekankan kurangnya dokter di Indonesia, dan arahan Presiden Prabowo untuk mengatasi masalah kebutuhan dokter secara nasional.
 
“Lahirnya dokter-dokter baru hari ini adalah bagian nyata dari kontribusi UK Maranatha dalam mendukung program pemenuhan tenaga kesehatan nasional,” ucap Prof. Linda (14/2/2026).
 
Ia mengatakan bahwa FK Maranatha adalah pilar utama pendidikan kesehatan sejak awal  berdirinya UK Maranatha pada tahun 1965, dan hingga hari ini menjadi salah satu institusi pendidikan kedokteran swasta yang diperhitungkan di Indonesia.
 
“Pembukaan program spesialis obstetri dan ginekologi, juga persiapan pembukaan program spesialis ilmu penyakit dalam yang saat ini sedang berproses, merupakan bentuk ekspansi akademik, juga tanggung jawab moral untuk turut mempercepat pemenuhan kebutuhan nasional,” papar Linda.
 
“Dengan demikian, akses pelayanan kesehatan yang bermutu akan semakin luas dan merata, yang tercermin dari kiprah mahasiswa dan alumni nantinya,” ujarnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan