Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id

KPU Diminta Evaluasi Prosedur Penyimpanan Kotak Suara

Pemilu kpu kotak suara pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 19 Desember 2018 06:00
Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyayangkan ribuan kotak suara Pemilu 2019 terendam air di Kabupaten Badung, Bali. Prosedur penyimpanan kotak suara berbahan karton kedap air itu diminta dievaluasi.
 
"Ini jadi bagian evaluasi bagi KPU bagaimana prosedur penyimpanan yang mereka lakukan. Karena kan ini adalah alat perlengkapan pemungutan suara yang vital yang akan digunakan pada hari pemungutan suara," kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Desember 2018.
 
Menurut Titi, KPU perlu memerhatikan wilayah-wilayah yang berpotensi dapat merusak logistik pemilu. Selain standar penyimpanan logistik, segi keamanan juga harus diperhatikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meningkatkan standar penyimpanan kotak suara oleh KPU, sambil dievaluasi untuk daerah lain. Ini soalnya masih Desember sampai April (pemungutan suara) masih lama," ujar Titi.
 
Baca:Kotak Suara Kardus Menghemat 70% Biaya Produksi
 
Sebanyak 2.065 kotak suara berbahan karton kedap air atau dupleks sebelumnya terendam air akibat banjir yang melanda Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, 8 Desember 2018. Akibatnya ribuan kotak suara tersebut tak bisa digunakan untuk Pemilu 2019.
 
Ketua KPU Arief Budiman memastikan pihaknya akan kembali memproduksi kotak suara yang rusak tersebut. Jumlah produksi sesuai dengan kotak suara yang rusak.
 
"Kalau rusak secepatnya kita ganti dengan yang baru," ujar Arief.

 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif