Petugas relawan demokrasi mengenalkan surat suara kepada warga di Kudus, Jawa Tengah.  ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho.
Petugas relawan demokrasi mengenalkan surat suara kepada warga di Kudus, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho.

KPU Perlu Lebih Gencar Sosialisasikan Pileg

Pemilu kpu sosialisasi pemilu pileg pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 24 Maret 2019 19:00
Jakarta: Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk turut menyosialisasikan pemilu legislatif (Pileg). Sebab, menurut dia selama ini KPU hanya menggaung-gaungkan pemilihan presiden (Pilpres).
 
"KPU harus mengubah metode pendekatan sosialisasi. Sosialisasi terhadap Pileg harus diakui masih sangat minim, terutama melalui platform media penyiaran (televisi, radio), media cetak maupun media elektronik. Apalagi di tengah tantangan bahwa Pileg yang cenderung kurang terdengar dari Pilpres," kata Titi di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 24 Maret 2019.
 
Maka itu, Titi ingin KPU harus mempunyai progresifitas untuk lebih mengangkat penyelenggaraan Pileg. Dia juga meminta KPU untuk lebih banyak menyosialisasikan saluran-saluran informasi tentang calon anggota legislatif (caleg).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Informasi yang bisa diakses oleh pemilih soal penyelenggaraan pemilu ataupun untuk mengakses profil caleg di tengah pemilu yang kompleks ini sangat diperlukan. Terus terang pemilih kesulitan dalam proses ini. Ini harus diakui. Itu kami minta kepada KPU," ucapnya.
 
Perlu diketahui, pada Pemilu 17 April 2019 mendatang, di tempat pemungutan suara (TPS) akan ada lima warna kertas suara yang disediakan untuk calon pemilih. Pertama, warna abu-abu untuk surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, dengan ukuran 22x31 centimeter dan jenis kertas yang digunakan HVS 80 gram.
 
Kedua, warna kuning surat suara Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), dengan ukuran 51x82 centimeter dan jenis kertas yang digunakan HVS 80 gram.
 
Ketiga, warna Merah surat suara Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI). Keempat, warna biru surat suara Pemilu untuk untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD Provinsi), dengan ukuran 51x82 centimeter dan jenis kertas yang digunakan HVS 80 gram.
 
Kelima, warna hijau surat suara Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (DPRD Kabupaten/Kota), dengan ukuran 51x82 centimeter dan jenis kertas HVS 80 gram.
 
"Nah, kelima jenis surat suara ini perlu disosialisasikan. Apalagi nanti ada debat keempat pada 30 Maret 2019 dan debat kelima pada 13 April. Jadi nanti jangan sampai fokusnya ke Pilpres saja," tukas Titi.
 
Titi mengatakan, sebenarnya panggung debat bisa saja dijadikan tempat sosialisasi bukan hanya untuk Pilpres namun juga Pileg. Selain daripada iklan-iklan Pileg terkait akan ada lima surat suara.
 
"Bisa saja sangat mungkin. Sebaiknya memang semua channel, semua saluran, semua kesempatan mestinya selalu dipakai untuk mengingatkan terus. Sekali lagi, tantangan besar kita karena kita terkontasi atensi publik itu oleh Pilpres. Apatisme pada Pilpres juga berdampak pada Pileg. Yang harus dipelihara adalah optimisme dan semangat pemilih terhadap penyelenggaraan pemilu 2019 yang bukan hanya Pilpres tapi juga ada Pileg," pungkasnya.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif