Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

NasDem Berjaya di NTT dan Papua Barat

Pemilu partai nasdem pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Palce Amalo • 14 Mei 2019 13:07
Kupang: Partai NasDem merebut 101 kursi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penambahan kursi NasDem itu berasal dari 11 kabupaten dan kota sebanyak 89 kursi, DPRD provinsi sembilan kursi, dan DPR RI tiga kursi.
 
Pada Pemilu 2014, NasDem merebut 76 kursi DPRD kabupaten dan kota, delapan kursi DPRD Provinsi, dan dua kursi DPR RI. "Total perolehan kursi NasDem pada Pemilu 2014 sebanyak 86 dan pada Pemilu 2019 bertambah menjadi 101 kursi," kata Sekretaris DPW Partai NasDem NTT, Alexander Ofong, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Menurut Alexander, perolehan kursi NasDem bertambah imbas dari konsekuensi sikap partai, yakni berpihak kepada rakyat dan mendukung penuh kebijakan Presiden Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lanjut Alexander, garis politik tanpa mahar yang digaungkan Partai NasDem selama ini, juga menimbulkan simpati yang mendalam di masyarakat.
 
Hal lain yang memperkuat posisi NasDem ialah kerja keras dan sinergi seluruh kader, dari pusat sampai daerah. Keperkasaan NasDem kian menguat karena merebut lima kursi ketua DPRD di lima kabupaten.
 
Kelima kabupaten itu ialah Manggarai Barat, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sumba Tengah, dan Timor Tengah Selatan. Untuk posisi wakil ketua, diduduki di 10 kabupaten.
 
Hasil rekapitulasi
 
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi suara sementara KPU Provinsi Papua Barat, kemarin, dari 11 kabupaten dan kota telah rampung dilakukan. Kini, rekapitulasi di Papua Barat menyisakan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Maybrat karena harus dihitung ulang.
 
Dari rekapitulasi tersebut, Partai NasDem memperoleh sebanyak 98.466 suara, disusul Partai Golkar 94.706 suara, serta PDIP 70.937 suara. Adapun Partai Gerindra berada pada posisi keempat dengan jumlah suara 68.287, menyusul Partai Demokrat 61.013 suara, Partai PKB 25.528 suara, dan PAN 24.661 suara.
 
Di posisi kedelapan diraih Perindo dengan jumlah 18.383 suara, lalu Partai PKS 14.313 suara, Partai Hanura 13.970 suara, Partai Berkarya 10.040 suara, Partai PPP 7.067 suara, dan PSI sebanyak 6.144 suara.
 
Partai PKPI berada di posisi berikutnya dengan jumlah 3.161 suara, PBB 3.068 suara, dan Partai Garuda 3.034 suara.
 
Terkait dengan pelaksanaan rapat pleno suara yang dimulai pada 7 hingga 12 Mei 2019, saat ini dihentikan sementara untuk menunggu penghitungan ulang di Kabupaten Maybrat dan Fakfak.
 
Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana, mengatakan molornya penghitungan suara disebabkan adanya penghitungan ulang di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Maybrat sesuai rekomendasi Bawaslu.
 
"Penghitungan suara di KPU Papua Barat molor karena Bawaslu meminta kedua kabupaten itu, yakni Fakfak dan Maybrat melakukan penghitungan suara ulang," terangnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif