Jakarta: Pernyataan bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo yang menyebut sebagian besar anak muda atau
pemuda tak tertarik terjun ke partai politik dinilai tidak tepat. Anak muda dinilai sudah melek politik.
"Coba dia lihat di PDIP, banyak tuh anak muda di sayap partai seperti Banteng Muda Indonesia (BMI), Taruna Merah Putih (TMP), Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM). Di Golkar ada AMPG dan masih banyak lagi di beberapa partai," ujar Ketua Umum Jaringan Nasional Aktivis '98 (Jarnas '98), Sangap Surbakti, di Sekretariat Pimpinan Pusat Jarnas '98 di Jalan Cawang Baru Utara, Jakarta Timur, Kamis, 9 November 2023.
Dia berpendapat pernyataan tersebut berpotensi memengaruhi suara Ganjar dari kalangan anak muda. Apalagi, jumlah pemilih dari kalangan anak muda cukup besar pada Pilpres 2024.
"Dari data CSIS itu sendiri, pemilih muda (generasi z dan milenial) itu populasinya mencapai 60 persen dari total pemilih pada 2024 mendatang. Jumlah ini besar lho. Saya yakin pernyataan Ganjar ini membuat pemuda males milih Ganjar," kata Sangap.
Sebelumnya, Ganjar menyebut anak muda banyak yang tak tertarik masuk ke partai politik. Namun, mereka mau menjadi kepala daerah.
"Sehingga pada saat saya menyampaikan kepada anak-anak muda, maka kamu tertarik pada partai politik untuk bergabung? Ternyata sebagian besar tidak. Tapi ketika saya bertanya apa kamu tertarik jadi bupati, wali kota, tertarik jadi gubernur, tertarik jadi presiden? Mereka tertarik," ujar Ganjar saat hadir di gedung CSIS, Selasa, 7 November 2023.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((AZF))