Jakarta: Lembaga Survei Indikator Politik menyebut sebanyak 40 persen pemilih Partai Demokrat memilih pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menjelaskan alasan beralihnya dukungan itu.
"Dinamika politik yang terjadi akhirnya kami dukung Prabowo-Sandi. Intinya kader sangat mengharapkan bahwa yang jadi cawapresnya itu dari kader Partai Demokrat sendiri," kata Syarief dalam acara
Primetime News Metro TV, Rabu, 23 Januari 2019.
Syarief mengatakan Partai Demokrat realistis di Pemilu Serentak 2019. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu lebih mengutamakan perolehan suara pemilihan legislatif ketimbang pemilihan presiden.
Partai pun memberikan dispensasi khusus kepada kader di daerah mayoritas pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf. "Bahwa ada kader-kader menyatakan dukung ke 01 saya pikir jumlahnya tidak signifikan," jelas Syarief.
Suara dukungan Partai Demokrat di Pilpres 2019 terbelah. Sebagai koalisi partai pengusung, hanya 54 persen pemilih Demokrat yang mendukung Prabowo-Sandi. Sementara 40 persen justru mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Syarief menegaskan Partai Demokrat memiliki dua target utama, memenangkan 10 persen suara di pemilihan legislatif dan memenangkan Prabowo-Sandiaga.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((DRI))