Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily - Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily - Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Pemilu Eksekutif dan Legislatif Perlu Dipisah

Pemilu berita dpr pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 23 April 2019 14:30
Jakarta: Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily setuju perlu ada evaluasi penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Hal itu melihat banyaknya petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas merekapitulasi suara.
 
"Memang perlu ada evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu serentak," kata Ace di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 23 April 2019.
 
Wacana pemisahan antara pemilu legislatif dan ekskutif perlu dipertimbangkan. Kompleksitas saat penghitungan suaranya bisa lebih diminimalisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak ada lagi proses penghitungan suara hingga larut malam. Inilah salah satu penyebab petugas KPPS kelelahan hingga meninggal dunia. "Terutama saya kira membedakan antara ranah eksekutif dan legislatif. Atau misal pemilu lokal dan nasional," ujarnya.
 
Ace memahami perjalanan demokrasi Indonesia masih belajar. Wajar saja di setiap gelaran pemilu selalu ditemukan masih ada kekurangan. Evaluasi tidak haram dilakukan untuk perjalanan demokrasi Indonesia yang lebih baik.
 
"Saya kira proses demokrasi Indonesia saat ini selalu mengalami trial and error. Saya kira diperlukan kajian mendalam terkait dengan proses pemilu yang sekarang," tutupnya.
 
Baca: Ma'ruf Amin Ingin Pemilu Serentak Dievaluasi
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperbaharui jumlah petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) baik itu yang meninggal dunia maupun sakit. Total per Senin 22 April tercatat 91 petugas KPPS meninggal dunia.
 
"Jumlah update terakhir petugas penyelnggara pemilu yang tertimpa musibah itu sebanyak 91 orang meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019.
 
Jumlah korban meninggal dan sakit tersebar di 19 provinsi. Sebagian besar sakit karena kelelahan. Terbanyak ada Provinsi Sulawesi Selatan dengan 130 kasus, disusul Sulawesi Tengah dengan 85 kasus dan Jawa Tengah 58 kasus.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif