Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

Kemenkominfo: Banyak Video Kerusuhan Lawas Beredar

Pemilu unjuk rasa pemilu serentak 2019 Demo Massa Penolak Pemilu
Arga sumantri • 22 Mei 2019 15:06
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta masyarakat tidak menyebarluaskan konten negatif terkait kekerasan hingga kerusuhan. Sebab banyak video lama yang disebar untuk memprovokasi masyarakat.
 
"Untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten, baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan di media apa pun," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Baca: Kronologi Aksi Massa Berujung Rusuh di Petamburan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenkominfo banyak menemukan konten negatif terkait unjuk rasa dan kekerasan yang beredar di media sosial. Video kerusuhan lama yang diberikan narasi ujaran kebencian juga ditemukan di media sosial. Penyebaran itu dinilai membuat takut masyarakat.
 
Kemenkominfo mengimbau semua pihak terutama warganet menyebarkan informasi yang mendamaikan. Warganet juga diminta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat.
 
Konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA), merupakan konten yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Kemenkominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten, dan akun menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator. Kemkominfo juga bekerja sama dengan Polri menelusuri dan mengidentifikasi akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif.
 
Baca: Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Video Kerusuhan di Petamburan
 
"Kemenkominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduan konten.id atau akun twitter @aduankonten jika mengebali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta," pungkasnya.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif