Jakarta: Kasus penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief dinilai bakal membawa dampak buruk bagi partainya. Apalagi, Demokrat tengah berjuang memperebutkan empat persen ambang suara parlemen atau parliamentary threshold.
"Saya menilai kredibilitas, integritas, popularitas serta elektabilitas Partai Demokrat bisa tergerus. Karena nila setitik rusak susu sebelanga" kata Pengamat Politik Indonesian Public Institute Jerry Massie di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.
Jerry menilai melalui peristiwa ini, Demokrat bisa merapat ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Atau stagnan untuk menjaga marwah Partai Demokrat.
Sebab, dia menilai partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ada bias politik ke Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebab, Andi adalah salah satu ujung tombak partai ini.
"Beberapa kali dia membela SBY, dan ini punya pengaruh yang signifikan," ucap dia.
Menurut Jerry kasus penangkapan Andi bisa dimanfaatkan lawan politiknya. Apalagi, kata dia, Andi kerap menyerang pernyataan atau perbuatan lawan politiknya.
(Baca juga:
Demokrat Ibaratkan Penangkapan Andi Arief Petir di Siang Bolong)
"Kini lawan-lawannya akan melakukan serangan balik terhadap petinggi Demokrat ini," imbuh Jerry.
Bagaimanapun juga, lanjut Jerry, dia berharap proses hukum dilakukan seadil-adilnya dan fokus pada substansi masalah yaitu dugaan penyalahgunaan narkoba.
"Tetap proses hukum berjalan jangan ada tekanan politik, ini bukan dosa politik tapi dosa mengomsumsi barang haram," pungkas Jerry.
Andi Arief ditangkap di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat pada Minggu, 3 Maret 2019. Dari penggerebekan itu petugas menangkap Andi dan menyita sejumlah barang bukti meliputi seperangkat alat untuk menggunakan sabu alias bong.
Andi Arief sudah dipastikan positif mengonsumsi narkoba setelah menjalani tes urine. Obat terlarang yang dipakai Andi berjenis sabu.
“Kami juga sudah melakukan tes urine terhadap AA (Andi Arief) dan positif mengandung Methamphetamine atau sabu,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.
(Baca juga:
Politikus Demokrat Andi Arief Positif Nyabu)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((REN))