Jangan menerima informasi mentah-mentah. Itu lah pesan
Presiden Joko Widodo menanggapi isu liar yang tengah mencoreng nama Bacapres Prabowo Subianto. Masyarakat tengah digaduhkan dengan isu Prabowo mencekik dan menampar Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi dalam rapat cabinet, setelah itu tersebut viral di media social. Isu Prabowo mencekik dan menampar Wamen Pertanian awalnya disebarkan oleh akun media social Seword.
Prabowo sendiri membantah isu tersebut. Menurut Prabowo, berjumpa dengan Wamen Pertanian pun belum pernah,” Saya ketemu
aja belum sama wamennya itu ha-ha-ha”
Walau tidak ingin memperbesar isu ini, bisa jadi Prabowo melaporkan kasus ini ke polisi.
Prabowo boleh tampak santai saja. Namun sejumlah pendukungnya yang bernaung dalam kelompok Relawan Indonesia Bersatu melaporkan informasi yang diduga kabar bohong tersebut. Pelapor adalah Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lisman Hasibuan. Lisman menyebut, laporan dilatarbelakangi klarifikasi Kementerian Pertanian yang sudah membantah adanya insiden tersebut.
Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan, kabar itu adalah
hoaks. Dahnil juga menyebut hoaks itu disebar oleh orang-orang yang memang terbiasa menyebar hoaks.
Prabowo dan Joko Widodo tentu sudah tidak asing dengan maraknya hoaks menjelang tahun pemilu. Kondisi yang sama juga terjadi dalam Pilpres 2019. Bahkan kita ingat, polisi pernah membongkar jaringan Saracen, yaitu kelompok yang mencari uang dengan menyebarkan hoaks sesuai pesanan.
Tidak heran, menjelang tahun politik ini, Ketua Umum
Partai Nasdem Surya Paloh meminta seluruh anak bangsa untuk menghindari politik adu domba dan menerapkan politik kebhinekaan.
SIMAK PEMBAHASAN INTRIK MENJELANG TAHUN POLITIK DALAM SEGMEN POLITICAL REVIEW, DALAM PROGRAM PRIMETIME NEWS. MINGGU, 24 SEPTEMBER 2023 PUKUL 18.20Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((ABK))