Anggota Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih (kiri) menunjukkan surat suara yang dibakar pemilih. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Anggota Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih (kiri) menunjukkan surat suara yang dibakar pemilih. Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Warga di Gunungkidul Bakar Surat Suara di TPS

Pemilu kampanye pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 17 April 2019 22:23
Yogyakarta: Warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta membakar surat suara. Pembakaran surat suara itu dilakukan di bilik suara TPS 9Jaranmati, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
 
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Sri Rahayu Werdiningsih mengatakan peristiwa itu menjadi catatan kejadian luar biasa."Yang dibakar satu surat suara DPR RI. Tiga surat suara lain disobek. Sementara, surat suara DPD utuh," kata Sri di kantor Bawaslu DIY, Rabu, 17 April 2019 petang.
 
Ia mengatakan warga tersebut langsung dilaporkan ke polisi. Warga tersebut kemudian ditangani kepolisian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri juga mengatakan, banyak TPS di Gunungkidul yang mengalami kekurangan logistik hingga logistik tertukar. Di Kecamatan Karangmojo, ada tiga TPS yang surat suaranya tercampur, yakni TPS 14 dan TPS 26. Surat suara tercampur itu antara Dapil dua dan Dapil tiga.
 
Sementara itu, ada lebih dari 10 TPS di Gunungkidul kekurangan logistik surat suara. Kekurangan setiap TPS bervariasi, mulai dari empat lembar hingga lebih dari 140 lembar surat suara.
 
Bahkan, TPS 9 di Kelurahan Kepek, Wonosari hampir seluruh logistik surat suara kurang. Dari total 199 DPT, surat suara pilpres kurang 50 lembar, DPR kurang 51 lembar, DPD kurang 54 lembar, DPRD tingkat provinsi kurang 59 lbar, dan DPRD tingkat kabupaten/kota kurang 80 lembar.
 
"Ada juga lim TPS di Karangduwet surat suaranya tertukar dengan Dapil. Hingga siang hari belum ada surat suara tamban," kata dia.
 
Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono menambahkan lembaganya sudah mengingatkan KPU untuk antisipasi kekurangan logistik surat suara. Terlebih kekurangan itu terjadi di banyak TPS.
 
"Terutama di Sleman, ketersediaan surat suara jadi masalah. Soal surat suara ini menjadi evaluasi kita. KPU apakah bisa mencukupi atau tidak. Mereka menginstruksikan di TPS yang terdapat pemilih tambahan dan pemilih khusus, kami minta berbasis data," ungkapnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif