Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.

Polri Sebut Tuduhan Amien Rais Tak Berdasar

Pemilu unjuk rasa pemilu serentak 2019 Demo Massa Penolak Pemilu
Candra Yuri Nuralam • 22 Mei 2019 16:56
Jakarta: Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menilai pernyataan Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut polisi menembaki massa aksi 22 Mei secara ugal-ugalan tak berdasar. Amien Rais dinilai berbicara tanpa bukti.
 
“Amien Rais punya fakta apa? Sekali lagi, tidak ada peluru tajam,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Baca: Polisi Buru Aktor Intelektual di Balik Rusuh Petamburan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi yang bertugas menjaga demonstrasi juga tak menggunakan senjata tajam. Personel polisi hanya dibekali tameng dan pentungan saat bertugas di depan Gedung Bawaslu.
 
“Tidak ada penggunaan senjata tajam, yang bersenjata Polisi itu hanya Peleton Antianarkis. Peleton Antianarkis itu yang mengendalikan adalah kapolda, itu pun sangat bergantung pada eskalasi ancaman,” ujar Dedi.
 
Peleton Antianarkis dilarang melepaskan tembakan secara semena-mena. Pelepasan tembakan hanya dilakukan jika situasi sangat mengancam.
 
Pernyataan Amien Rais yang menyebut kepolisian menembaki massa aksi secara ugal-ugalan dinilai sangat tidak masuk akal. Dedi membantah anggota polisi yang menembaki massa aksi seperti yang disebut Amien Rais.
 
Baca: Puluhan Orang Terduga Provokator Kerusuhan Ditangkap
 
“Saya bantah itu. Brimob tidak pernah menyerang masjid. Saya tekankan instruksi dari Panglima TNI dan Kapolri bahwa pengamanan unjuk rasa, personel tidak dibekali peluru tajam,” tutur Dedi.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif