Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Hoaks soal Server KPU Dilontarkan Relawan 02

Pemilu kampanye pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019 hoax
Wibowo Sangkala • 06 April 2019 10:20
Banten: Pembuat dan penyebar dugaan fitnah bahwa server Komisi Pemilihan Umum sudah direkayasa untuk memenangkan Jokowi-Amin mulai terendus. Eks Bupati Serang, Banten, Ahmad Taufik Nuriman, mengatakan berita palsu itu dibahas di kediamannya oleh para relawan pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
Taufik yang memimpin Serang periode 2005-2015 menjadi Ketua Pemenangan Prabowo-Sandi Banten. Dia membenarkan rumahnya di Ciracas, Kota Serang, dijadikan tempat rapat relawan dan tim pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu yang antara lain membahas soal dugaan server KPU telah di-setting untuk memenangkan Jokowi-Amin. "Waktunya sih saya lupa, seminggu atau dua minggu lalu," ujarnya, kemarin.
 
Baca: KPU Bantah Hoaks Server Menangkan Jokowi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taufik juga tidak mengenal siapa yang melontarkan bahwa server KPU telah direkayasa. "Namun, dia konsultan politik. Ini menjadi ramai setelah diunggah di Youtube dan kemudian KPU melaporkan pengunggah video itu ke Bareskrim. Itu juga saya tahu dari media.''
 
Taufik membantah mengundang relawan Prabowo-Sandi ke rumahnya. ''Mereka kebetulan ada agenda di Banten dan bertemu di rumah saya karena rumah saya ada ruang buat rapat. Jumlahnya 30-an orang," jelasnya.
 
Hoaks soal server KPU di Singapura yang telah diatur untuk kemenangan Jokowi-Amin beredar di media sosial. Akun Facebook atas nama Rahmi Zainuddin Ilyas, misalnya, mengunggah video berjudul 'Wow server KPU ternyata sudah di-setting 01 menang 57%, tetapi jebol atas kebesaran Allah meskipun sudah dipasang 3 lapis'.
 
KPU pun melaporkan tiga akun media sosial yang menyebarkan video hoaks itu ke Bareskrim Polri, Kamis (4/4). Ketua KPU Arief Budiman memastikan materi atau substansi yang disampaikan dalam video itu tidak benar. Ditegaskannya, KPU tidak memiliki server di luar negeri.
 
Tidak paham
 
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan kemarin ada tiga akun yang segera diaudit sebagai tindak lanjut atas laporan KPU. "Nanti ditemukan konstruksi hukumnya. Kita memiliki laboratorium digital."
 
Dari laboratorium digital, imbuh Dedi, akan diketahui keaslian foto, video, termasuk narasi-narasi yang dibangun atau diviralkan. Polisi juga bakal mendalami kreator dan buzzer video itu.
 
Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Arya Sinulingga, mengatakan penyebaran hoaks soal server KPU menunjukkan oposisi tidak memahami proses pemilu. "Pertama, tidak ada server KPU di luar negeri. Kedua, pihak 02 ini apa gak tau, pemilu kita itu manual bukan e-vote. Jika memang menginginkan kemenangan, yang perlu dilakukan ialah kerja keras bukan kerja keras membuat hoaks.''
 
Di sisi lain, juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menyatakan pengakuan bahwa hoaks soal server KPU dibuat oleh relawan Prabowo-Sandi harus dipastikan kebenarannya. "Yang pasti kami tidak bertanggung jawab karena di luar kendali kami. Banyak sekali relawan kami yang tidak bisa sepenuhnya kami kontrol. Kami dukung langkah KPU dan kepolisian mengusut ini,'' tandasnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif