Boyolali: DPC PDI Perjuangan (PDIP) Boyolali buka suara soal viralnya video curhatan aparatur sipil negara
(ASN) yang mengaku wajib memilih calon presiden
Ganjar Pranowo dan memenangkan PDIP. Terkait itu, Ketua DPC PDIP Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta mengaku tidak nyaman.
"Kami, Ketua DPC PDIP Boyolali bersama Pak Sekretaris DPC tentunya akan menyikapi berita-berita yang ada di luar yang sangat santer. Itu membuat kami yang ada di DPC Partai tidak nyaman," ujarnya, di Boyolali, Jumat, 17 November 2023.
Namun, ia membantah memberikan perintah pada ASN untuk pemenangan partainya. Hal itu termasuk soal pengumpulan dana guna pemenangan PDIP.
Di sisi lain, ia mengaku sanksi dengan isi video tersebut. Bahkan ia menduga video tersebut sengaja dibuat untuk menjelekkan pihak tertentu.
"Kami fungsionaris DPC PDIP Boyolali tidak pernah menyuruh kepada lajur atau jaringan ASN untuk melakukan satu kegiatan terutama untuk pengumpulan dana yang endingnya digunakan untuk pemenangan dalam event politik. Saat saya cermati (video itu) dengan isinya, dengan cara, logat dan gaya, apa yang ada di dalam video itu, kami sanksi kalau itu asli. Kalau saya melihat itu adalah sebuah setingan," imbuh dia.
Sebelumnya, sebuah video beredar seorang ASN curhat mengenai perintah pimpinannya untuk memilih Ganjar dan PDIP pada Pilpres 2024. ASN itu mengaku diancam bakal dimutasi jika menolak.
Dalam video ASN wanita mengenakan seragam bertuliskan Pemerintah Kabupaten Boyolali sambil membelakangi kamera. Dalam video berdurasi 1 menit 45 detik ini viral setelah diunggah akun Tiktok @asepppratama01_ pada 14 November 2023.
Ia bercerita dirinya diminta pimpinan untuk memenangkan Ganjar Pranowo dan PDIP pada Pilpres 2024. Dalam video tersebut, wanita itu membeberkan pegawai di Pemkab Boyolali sudah dipetakan siapa saja yang tidak akan menolak instruksi untuk memilih Ganjar dan PDIP.
Apabila tidak menaati, ungkapnya akan mendapatkan ancaman berupa mutasi. Parahnya, akan dipindah ke wilayah kerja yang jauh dari rumah. Selain itu, seorang wanita ASN itu juga mengungkapkan bahwa proses seleksi PNS dan PPPK di Pemkab Boyolali merupakan rekomendasi dari PDIP.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((NUR))