Komisioner KPU Hasyim Asyari. - Foto Medcom.id Fachri Audhia Hafiez
Komisioner KPU Hasyim Asyari. - Foto Medcom.id Fachri Audhia Hafiez

KPU Akan Gelar Salat Gaib untuk Petugas KPPS Wafat

Pemilu kpu pilpres 2019
Faisal Abdalla • 25 April 2019 06:45
Jakarta: Sebanyak 144 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) wafat saat bertugas di Pemilu 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar Salat Gaib untuk mendoakan mereka.
 
"Khusus yang beragama Islam, besok lusa setelah Salat Jum'at melaksanakan Salat Gaib dalam rangka mendoakan saudara kita penyelenggara pemilu yang meninggal," kata Komisioner KPU, Hasyim Asyari di Gedung KPU, Jakarta, Rabu, 24 April 2019.
 
Selain itu, KPU juga mengimbau kepada seluruh jajaranya di provinsi dan kabupaten/kota untuk menggelar doa bersama. Doa ditujukan kepada petugas KPPS yang wafat maupun petugas KPPS yang sakit saat menjalankan tugas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca Juga: Petugas KPPS Wafat Jadi 144 Orang
 
Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan jumlah petugas KPPS yang wafat sejauh ini berjumlah 144 orang. Selain itu, ada 883 petugas KPPS yang jatuh sakit saat menjalankan tugas.
 
"Mereka terus bekerja dan karena berdedikasi untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan pemilu ini berjalan luber dan jurdil di semua TPS dan saat ini teman-teman penyelenggara pemilu sedang bekerja keras untuk menyelesaikan rekapitulasi tingkat PPK di tingkat kecamatan," ujarnya.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut Kementerian Keuangan sudah menyetujui pengajuan anggara santunan bagi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang wafat. KPU masih menyusun mekanisme pemberian santunan.
 
"Kemarin kita sudah rapat. Sampai dengan hari ini prinsipnya sudah disetujui, tinggal Kementrian Keuangan akan menetapkan besaranya berdasarkan usulan kita," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU.
 
Arief mengatakan KPU menguslkan agar petugas KPPS yang meninggal dunia disantuni Rp30-36 juta sementara petugas yang mengalami musibah hingga menyebabkan cacat disantuni maksimal Rp30 juta, dan petugas luka-luka Rp16 juta. Namun KPU masih menunggu besaran anggaran yang disetujui oleh Kementerian Keuangan.
 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif