Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Puluhan Ribu Aparat Disiagakan Kawal Aksi 22 Mei

Pemilu unjuk rasa pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 21 Mei 2019 04:07
Jakarta: Aparat kepolisian akan menjaga keamanan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada Rabu, 22 Mei 2019. Sebanyak 50 ribu personel dikerahkan.
 
"Jadi, besok (Rabu) pihak kepolisian menurunkan sekitar 50 ribu personel gabungan TNI, Polri dan dibantu Pemerintah Daerah (pemda)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin, 20 Mei 2019.
 
Argo mengatakan, personel itu akan diterjunkan ke beberapa titik. Terutama, Gedung KPU, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Istana Negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu, juga ada pengamanan di pasar, mal, stasiun, dan terminal. Semuanya kita lakukan pengamanan. Pengamanan itu dilakukan untuk kegiatan aksi, lokasi dan orangnya (massa)," beber Argo.
 
Lebih lanjut, Argo mengaku telah menerima enam pemberitahuan aksi pada Rabu, 22 Mei 2019 di Gedung KPU. Aksi itu dilakukan saat KPU melakukan pengumuman hasil Pemilu 2019.
 
"Kita sudah terima enam pemberitahuan untuk unjuk rasa di KPU ada dari aliansi ada dari Aktivis 98 dan lainnya," kata Argo.
 
Argo mengaku tak melarang aksi menyatakan pendapat di muka umum tersebut. Namun, ia meminta massa tertib. Sebab, menyampaikan pendapat di muka umum tidak absolut ada aturan undang-undang yang tidak boleh dilanggar.
 
"Misalnya, di dalam UU itu jangan sampai menggangu ketertiban umum dan jangan sampai menggangu persatuan dan kesatuan bangsa. Jika melanggar akan ada sanksi dengan tindakan membubarkan. Jika ada yang luka-luka bisa dikenakan UU KUHP," tukas Argo.
 
Argo mengatakan, pemberitahuan yang masuk ke Polda Metro Jaya itu didiskusikan dengan polisi dan organisasi. Hal itu untuk mengetahui jumlah massa hingga ketua koordinasi.
 
"Kemudian, aksi di suatu tempat lokasi harus ada surat izin dari yang punya lokasi. Lalu, aksi menyampaikan pendapat diperbolehkan hanya sampai pukul 18.00 WIB," pungkas Argo.
 
Argo memastikan akan mengamankan agenda rekapitulasi maupun rapat pleno KPU. Pengamanan dilakukan sejak 18 hingga 22 Mei 2019.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif