Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan. Foto: MI/Panca Syurkani.
Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan. Foto: MI/Panca Syurkani.

Bara Diduga Didesak Mundur karena Bela Pendukung Jokowi

Pemilu partai amanat nasional pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 07 Januari 2019 19:40
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan didesak mundur sebagai kader. Desakan itu disinyalir karena sikap Bara membela kader PAN yang mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
 
"Saya belum diberitahu oleh DPP bahwa ada surat yang beredar yang mendesak saya untuk mundur atau dipecat. Jadi saya belum bisa komentar soal substansi surat itu," kata Bara di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019.
 
Bara mengatakan sikapnya membela kader di daerah yang mendukung Jokowi semata-mata demi eksistensi suara partai. Hal ini dilakukan dalam melihat konteks pemilu legislatif di berbagai daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya bisa memahami apa yang mereka lakukan dan betul yang mereka lakukan itu adalah untuk kepentingan partai dalam konteks pileg April ini dan mereka tahu sendiri realita daerah mereka masing-masing," jelas Bara.
 
Putra dari pendiri PAN Albert Hasibuan itu menuturkan keputusan kader di daerah mendukung Jokowi realistis. Mereka melakukannya demi kepentingan partai meraup suara yang signifikan di daerah masing-masing.
 
Ia sama sekali belum menerima teguran atau surat tertulis dari DPP PAN. Ia membahas sikap politiknya ini bertolak belakang dengan sikap DPP PAN.
 
"Sikap politik seperti apa saya juga enggak mengerti. Lagi-lagi yang saya lakukan hanya membela, memberikan justifikasi kepada keputusan beberapa pengurus daerah, juga Kalsel (Kalimantan Selatan), juga Riau yang membuat deklarasi mendukung Jokowi," pungkas dia.
 
Baca: Bara Hasibuan Didesak Mundur dari PAN
 
Sejumah kader PAN mendesak Bara mundur sebagai kader. Hal itu terkait sikapnya yang dinilai tak sejalan dengan kebijakan DPP PAN di Pilpres 2019.
 
Ketua DPP PAN Yandri Susanto membenarkan ada desakan meminta Bara mundur. Desakan mundur itu diutarakan beberapa kader dari DPW PAN di berbagai daerah.
 
"Bukan di internal secara resmi ya. Tapi memang ada beberapa kader, lintas daerah lah. Bukan khusus DPP, bukan provinsi tertentu. Tapi beberapa teman dari lintas daerah mengusulkan Bang Bara itu diminta keteranganlah, dipanggil sebenarnya bagaimana sikapnya di Pilpres 2019," kata Yandri.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif