DKI Jakarta: Abu vulkanik dari erupsi sejumlah gunung berapi di Indonesia dapat berdampak terhadap kondisi mobil, mulai dari merusak cat dan kaca hingga mengganggu radiator, AC, sensor, rem, serta komponen lainnya. Oleh sebab itu, pemilik mobil perlu waspada terhadap keberadaan abu vulkanik yang menempel di mobil.
Menurut Auto2000, abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang mengandung pasir kuarsa atau silika. Material tersebut memiliki tingkat ketajaman tinggi dan dapat bersifat korosif sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada kendaraan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan pemilik mobil perlu memperhatikan komponen kendaraan yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
“Abu vulkanik memiliki karakter yang berpotensi mengganggu komponen kendaraan jika AutoFamily tidak mencegahnya. Karena itu, perhatikan komponen mobil yang berisiko terganggu dan lakukan langkah pencegahan yang tepat. Jangan ragu untuk berkunjung ke bengkel meskipun belum saatnya servis berkala kalau merasakan ada masalah pada mobil sebagai dampak dari abu vulkanik,” kata Tara.
8 Dampak Abu Vulkanik pada Mobil
Berikut sejumlah dampak abu vulkanik yang perlu diperhatikan pemilik mobil:
Baca Juga:
Pengemudi di Inggris Mulai Pertimbangkan Mobil China
1. Merusak Cat Mobil
Abu vulkanik dapat membuat permukaan mobil terlihat kotor. Namun, pemilik mobil sebaiknya tidak langsung menggosok atau mengelap permukaan yang dipenuhi abu karena partikel tersebut dapat menggores bodi dan menimbulkan baret.
2. Mengganggu Kerja Radiator
Abu vulkanik yang menumpuk di bagian luar radiator, terutama di antara sirip-sirip radiator, dapat menghambat aliran udara pendingin.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi efektivitas sistem pendinginan mesin. Oleh karena itu, kebersihan radiator perlu diperhatikan agar sistem pendinginan dapat bekerja secara optimal.
3. Menghambat Pendinginan AC Mobil
Kondensor AC berada di bagian depan mobil sehingga dapat terkena paparan abu vulkanik. Tumpukan abu berpotensi menghambat proses pelepasan panas dan mengurangi efektivitas pendinginan AC.
Selain itu, partikel abu yang masuk ke kabin dapat menyumbat filter kabin dan berpotensi mengganggu kerja sistem AC.
4. Merusak Kaca dan Karet Wiper
Abu vulkanik juga dapat merusak kaca mobil apabila permukaannya langsung dilap atau wiper dioperasikan ketika masih terdapat abu.
Risiko kerusakan pada kaca bahkan dapat lebih besar dibandingkan bodi mobil. Penggantian kaca juga membutuhkan biaya yang relatif mahal.
Baca Juga:
Suzuki Jimny Tetap Bensin, Versi Listrik Bisa Merusak Karakternya
5. Membuat Jalan Licin
Endapan abu vulkanik di jalan dapat membuat permukaan menjadi licin seperti tertutup lapisan pasir tipis. Kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram ban dan meningkatkan risiko kehilangan traksi.
Debu vulkanik yang beterbangan juga dapat mengganggu visibilitas pengemudi serta berpotensi masuk ke sejumlah komponen kendaraan.
6. Mengganggu Sensor Mobil
Sensor-sensor kendaraan yang sensitif terhadap kotoran juga dapat terkena dampak abu vulkanik. Jika sensor terganggu, sistem kontrol elektronik kendaraan juga berpotensi terdampak.
Pemilik mobil perlu memperhatikan panel instrumen dan lampu indikator apabila muncul peringatan terkait sistem kendaraan.
7. Menyebabkan Kontaminasi Cairan Kendaraan
Sistem cairan kendaraan pada dasarnya tertutup. Namun, dalam kondisi tertentu, abu vulkanik yang sangat halus dapat masuk ke tangki atau saluran cairan kendaraan, seperti minyak rem atau air radiator, apabila terdapat kerusakan atau celah pada bagian tertentu.
Kontaminasi tersebut berpotensi memengaruhi kondisi dan kinerja cairan sehingga tidak dapat bekerja secara optimal.
8. Mengganggu Sistem Rem Mobil
Abu vulkanik dapat menempel pada piringan rem cakram. Ketika kampas rem menekan permukaan tersebut, partikel abu dapat menimbulkan goresan.
Hal serupa dapat terjadi pada permukaan tromol rem. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kinerja sistem pengereman.
DKI Jakarta: Abu vulkanik dari erupsi sejumlah
gunung berapi di Indonesia dapat berdampak terhadap kondisi
mobil, mulai dari merusak cat dan kaca hingga mengganggu radiator, AC, sensor, rem, serta komponen lainnya. Oleh sebab itu, pemilik mobil perlu waspada terhadap keberadaan abu vulkanik yang menempel di mobil.
Menurut Auto2000, abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang mengandung pasir kuarsa atau silika. Material tersebut memiliki tingkat ketajaman tinggi dan dapat bersifat korosif sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada kendaraan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan pemilik mobil perlu memperhatikan komponen kendaraan yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
“Abu vulkanik memiliki karakter yang berpotensi mengganggu komponen kendaraan jika AutoFamily tidak mencegahnya. Karena itu, perhatikan komponen mobil yang berisiko terganggu dan lakukan langkah pencegahan yang tepat. Jangan ragu untuk berkunjung ke bengkel meskipun belum saatnya servis berkala kalau merasakan ada masalah pada mobil sebagai dampak dari abu vulkanik,” kata Tara.
8 Dampak Abu Vulkanik pada Mobil
Berikut sejumlah dampak abu vulkanik yang perlu diperhatikan pemilik mobil:
1. Merusak Cat Mobil
Abu vulkanik dapat membuat permukaan mobil terlihat kotor. Namun, pemilik mobil sebaiknya tidak langsung menggosok atau mengelap permukaan yang dipenuhi abu karena partikel tersebut dapat menggores bodi dan menimbulkan baret.
2. Mengganggu Kerja Radiator
Abu vulkanik yang menumpuk di bagian luar radiator, terutama di antara sirip-sirip radiator, dapat menghambat aliran udara pendingin.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi efektivitas sistem pendinginan mesin. Oleh karena itu, kebersihan radiator perlu diperhatikan agar sistem pendinginan dapat bekerja secara optimal.
3. Menghambat Pendinginan AC Mobil
Kondensor AC berada di bagian depan mobil sehingga dapat terkena paparan abu vulkanik. Tumpukan abu berpotensi menghambat proses pelepasan panas dan mengurangi efektivitas pendinginan AC.
Selain itu, partikel abu yang masuk ke kabin dapat menyumbat filter kabin dan berpotensi mengganggu kerja sistem AC.
4. Merusak Kaca dan Karet Wiper
Abu vulkanik juga dapat merusak kaca mobil apabila permukaannya langsung dilap atau wiper dioperasikan ketika masih terdapat abu.
Risiko kerusakan pada kaca bahkan dapat lebih besar dibandingkan bodi mobil. Penggantian kaca juga membutuhkan biaya yang relatif mahal.
5. Membuat Jalan Licin
Endapan abu vulkanik di jalan dapat membuat permukaan menjadi licin seperti tertutup lapisan pasir tipis. Kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram ban dan meningkatkan risiko kehilangan traksi.
Debu vulkanik yang beterbangan juga dapat mengganggu visibilitas pengemudi serta berpotensi masuk ke sejumlah komponen kendaraan.
6. Mengganggu Sensor Mobil
Sensor-sensor kendaraan yang sensitif terhadap kotoran juga dapat terkena dampak abu vulkanik. Jika sensor terganggu, sistem kontrol elektronik kendaraan juga berpotensi terdampak.
Pemilik mobil perlu memperhatikan panel instrumen dan lampu indikator apabila muncul peringatan terkait sistem kendaraan.
7. Menyebabkan Kontaminasi Cairan Kendaraan
Sistem cairan kendaraan pada dasarnya tertutup. Namun, dalam kondisi tertentu, abu vulkanik yang sangat halus dapat masuk ke tangki atau saluran cairan kendaraan, seperti minyak rem atau air radiator, apabila terdapat kerusakan atau celah pada bagian tertentu.
Kontaminasi tersebut berpotensi memengaruhi kondisi dan kinerja cairan sehingga tidak dapat bekerja secara optimal.
8. Mengganggu Sistem Rem Mobil
Abu vulkanik dapat menempel pada piringan rem cakram. Ketika kampas rem menekan permukaan tersebut, partikel abu dapat menimbulkan goresan.
Hal serupa dapat terjadi pada permukaan tromol rem. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kinerja sistem pengereman.
(UDA)