Jakarta: Menjelang musim liburan sekolah, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat seiring bertambahnya aktivitas perjalanan bersama keluarga ke berbagai destinasi wisata. Dalam kondisi tersebut, kesiapan kendaraan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama saat melakukan perjalanan bersama keluarga selama masa liburan sekolah.
“Momentum liburan sekolah yang diiringi peningkatan mobilitas masyarakat menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Melalui tips ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, khususnya ban, serta menerapkan kebiasaan berkendara yang aman. Persiapan yang baik dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko di jalan,” ujar Mukiat melalui keterangan resminya.
Untuk membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan, Bridgestone membagikan sejumlah tips berkendara aman dan efisien yang dapat diterapkan sebelum maupun selama perjalanan berlangsung.
Baca Juga:
Daftar Sasaran Tilang ETLE dan Nonelektronik Operasi Patuh Lodaya 2026
1. Pastikan Kendaraan Siap Sebelum Berangkat
Sebelum melakukan road trip, pengendara disarankan memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh, khususnya ban. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Periksa tekanan angin ban utama dan ban cadangan sesuai rekomendasi pabrikan.
Untuk kendaraan listrik (EV), tekanan ban yang tepat menjadi lebih penting karena bobot kendaraan yang lebih berat.
Pastikan kedalaman alur ban masih berada di atas batas minimum aman 1,6 mm.
Periksa kondisi fisik ban untuk memastikan tidak terdapat sobekan, benjolan, atau benda tajam yang menancap.
Pastikan ban cadangan dan tire repair kit siap digunakan.
Untuk kendaraan EV atau plug-in hybrid (PHEV), rencanakan lokasi pengisian daya atau SPKLU sebelum perjalanan.
Simpan nomor darurat seperti layanan derek resmi jalan tol atau layanan bantuan dari agen pemegang merek (APM).
2. Terapkan Gaya Berkendara yang Aman
Selain kondisi kendaraan, perilaku pengemudi juga memengaruhi tingkat keselamatan dan efisiensi selama perjalanan. Bridgestone menyarankan pengendara untuk:
Baca Juga:
Veda Ega Pratama Pulang ke Indonesia Setelah 3 Kali Lebaran!
Mengantisipasi karakter pengereman regenerative braking pada mobil listrik dan hybrid.
Menghindari akselerasi secara agresif untuk menjaga efisiensi dan kenyamanan berkendara.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap pejalan kaki maupun pesepeda selama perjalanan.
3. Cegah Microsleep Saat Perjalanan Jauh
Kelelahan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat perjalanan jarak jauh. Untuk menjaga konsentrasi, pengemudi disarankan menerapkan aturan istirahat setiap dua jam atau setiap menempuh jarak sekitar 200 kilometer.
Apabila mulai merasa mengantuk, tidur singkat selama sekitar 15 menit dinilai menjadi cara paling efektif untuk memulihkan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.
4. Ketahui Langkah Penanganan Darurat
Pengendara juga perlu memahami prosedur penanganan kondisi darurat di jalan. Saat mengalami ban bocor atau kendaraan mogok, langkah yang dianjurkan adalah:
Mengurangi kecepatan secara bertahap.
Menepi di lokasi yang aman.
Menyalakan lampu hazard.
Memasang segitiga pengaman.
Khusus kendaraan listrik, Bridgestone mengingatkan agar menggunakan derek gendong atau jasa towing apabila terjadi kendala di jalan. Penggunaan derek konvensional tidak disarankan karena berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem kendaraan listrik.
Jakarta: Menjelang musim
liburan sekolah, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat seiring bertambahnya aktivitas perjalanan bersama keluarga ke berbagai
destinasi wisata. Dalam kondisi tersebut, kesiapan kendaraan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama saat melakukan perjalanan bersama keluarga selama masa liburan sekolah.
“Momentum liburan sekolah yang diiringi peningkatan mobilitas masyarakat menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Melalui tips ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, khususnya ban, serta menerapkan kebiasaan berkendara yang aman. Persiapan yang baik dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko di jalan,” ujar Mukiat melalui keterangan resminya.
Untuk membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan, Bridgestone membagikan sejumlah tips berkendara aman dan efisien yang dapat diterapkan sebelum maupun selama perjalanan berlangsung.
1. Pastikan Kendaraan Siap Sebelum Berangkat
Sebelum melakukan road trip, pengendara disarankan memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh, khususnya ban. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Periksa tekanan angin ban utama dan ban cadangan sesuai rekomendasi pabrikan.
- Untuk kendaraan listrik (EV), tekanan ban yang tepat menjadi lebih penting karena bobot kendaraan yang lebih berat.
- Pastikan kedalaman alur ban masih berada di atas batas minimum aman 1,6 mm.
- Periksa kondisi fisik ban untuk memastikan tidak terdapat sobekan, benjolan, atau benda tajam yang menancap.
- Pastikan ban cadangan dan tire repair kit siap digunakan.
- Untuk kendaraan EV atau plug-in hybrid (PHEV), rencanakan lokasi pengisian daya atau SPKLU sebelum perjalanan.
- Simpan nomor darurat seperti layanan derek resmi jalan tol atau layanan bantuan dari agen pemegang merek (APM).
2. Terapkan Gaya Berkendara yang Aman
Selain kondisi kendaraan, perilaku pengemudi juga memengaruhi tingkat keselamatan dan efisiensi selama perjalanan. Bridgestone menyarankan pengendara untuk:
- Mengantisipasi karakter pengereman regenerative braking pada mobil listrik dan hybrid.
- Menghindari akselerasi secara agresif untuk menjaga efisiensi dan kenyamanan berkendara.
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap pejalan kaki maupun pesepeda selama perjalanan.
3. Cegah Microsleep Saat Perjalanan Jauh
Kelelahan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat perjalanan jarak jauh. Untuk menjaga konsentrasi, pengemudi disarankan menerapkan aturan istirahat setiap dua jam atau setiap menempuh jarak sekitar 200 kilometer.
Apabila mulai merasa mengantuk, tidur singkat selama sekitar 15 menit dinilai menjadi cara paling efektif untuk memulihkan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.
4. Ketahui Langkah Penanganan Darurat
Pengendara juga perlu memahami prosedur penanganan kondisi darurat di jalan. Saat mengalami ban bocor atau kendaraan mogok, langkah yang dianjurkan adalah:
- Mengurangi kecepatan secara bertahap.
- Menepi di lokasi yang aman.
- Menyalakan lampu hazard.
- Memasang segitiga pengaman.
Khusus kendaraan listrik, Bridgestone mengingatkan agar menggunakan derek gendong atau jasa towing apabila terjadi kendala di jalan. Penggunaan derek konvensional tidak disarankan karena berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem kendaraan listrik.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)