Melakukan perawatan baterai kendaraan listrik, wajib dilakukan. Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini. UeMT
Melakukan perawatan baterai kendaraan listrik, wajib dilakukan. Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini. UeMT

Biar Awet, Baterai Motor Listrik juga Butuh Perawatan

Ahmad Garuda • 04 Desember 2023 08:40
Jakarta - Banyaknya orang yang beralih menggunakan kendaraan listrik, salah satu alasan besarnya adalah karena kendaraan ini minim perawatan. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri perawatan beberapa komponen seperti baterai juga perlu dilakukan. Apalagi baterai jadi komponen paling penting pada sebuah motor listrik untuk menjaga kinerja yang optimal. 
 
Komponen yang jadi sumber utama daya atau penggerak kendaraan itu juga perlu diperhatikan. Jika pada motor konvensional hanya digunakan untuk memberi daya pada sistem elektrikal, maka pada motor listrik fungsinya sangat krusial.
 
Menurut General Manager PT Terang Dunia Internusa (pemegang merek motor listrik United E-Motor), Andry Dwinanda, ada beberapa jenis baterai yang dapat dijumpai pada motor listrik di Indonesia. “Umumnya, ada 2 jenis baterai yang digunakan, yaitu Sealed-Lead Acid (SLA) dan baterai Lithium. Kedua jenis baterai tersebut dipakai di tipe-tipe motor listrik yang dirilis United E-Motor,” ungkapnya.

Baterai SLA dapat ditemui di tipe United E-Motor MX1200, sedangkan baterai Lithium dapat ditemui di tipe T1800, TX1800 dan TX3000. Untuk merawat dan menjaga baterai tetap prima, ada beberapa tips agar performa baterai tetap baik dalam penggunaan sehari-hari.
 
Baca Juga:
Mengapa Pertamina Lubricants Memilih VR46 di MotoGP? Ini Alasannya!

 
1.    Pencegahan Overcharging — Pastikan menggunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi baterai. Pilih charger otomatis yang dapat menghentikan pengisian saat baterai mencapai kapasitas penuh.
2.    Pemantauan Suhu — Hindari pemanasan berlebih dengan tidak memarkir kendaraan di bawah sinar matahari langsung terlalu lama. Jangan biarkan baterai terlalu panas; perhatikan suhu baterai selama penggunaan.
3.    Pencegahan Deep Discharge — Hindari mengosongkan baterai hingga level yang sangat rendah secara berkala. Gunakan kendaraan secara teratur untuk mencegah baterai tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.
4.    Pemantauan Gejala Tidak Normal — Perhatikan perubahan suhu atau bau yang tidak biasa dari baterai. Hentikan penggunaan jika ada gejala tidak normal dan dapatkan bantuan ahli.
5.    Pemeliharaan Rutin — Lakukan pemeliharaan rutin sesuai panduan produsen. Periksa kabel dan konektor secara berkala untuk memastikan tidak ada korsleting atau kerusakan.
6.    Penyimpanan yang Benar — Jika kendaraan tidak digunakan, simpan baterai dalam keadaan terisi sekitar 50%. Pilih tempat penyimpanan yang memiliki suhu stabil.
7.    Perhatikan Indikator Keamanan — Baterai dengan Sistem Manajemen Baterai (BMS) memberikan indikator keamanan. Tanggapi dengan cepat jika ada peringatan atau indikasi masalah.
8.    Penanganan Darurat — Siapkan peralatan pemadam api yang sesuai. Kenali prosedur darurat yang terkait dengan baterai dan kendaraan listrik.
 
Baca Juga:
Pemerintah Dorong Standarisasi Baterai Motor Listrik

 
Keamanan dan perawatan yang baik adalah kunci untuk memaksimalkan umur pakai baterai dan memastikan penggunaan kendaraan listrik yang aman. Pastikan untuk selalu mengikuti panduan dan petunjuk penggunaan yang disediakan oleh produsen. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan