DKI Jakarta: Busi menjadi salah satu komponen penting sepeda motor yang kerap dianggap sepele oleh pengguna. Padahal, komponen kecil ini memiliki peran vital dalam proses pembakaran mesin. Jika kondisi busi bermasalah, performa motor bisa menurun drastis tanpa disadari.
Busi bekerja dengan memercikkan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Ketika proses pengapian tidak berjalan sempurna, tenaga mesin dapat berkurang, akselerasi menjadi tidak responsif, hingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Technical Analyst Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan kondisi busi yang tidak optimal dapat memengaruhi performa kendaraan secara keseluruhan.
“Busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh,” jelas Wahyu Budhi melalui keterangan resminya.
Baca Juga:
Penjualan Daihatsu April 2026 Naik 11 Persen
Menurut dia pengguna sepeda motor perlu memahami tanda-tanda busi mulai bermasalah agar kerusakan tidak merembet ke komponen lain. Salah satu gejala yang paling umum adalah mesin sulit dihidupkan, terutama saat kondisi mesin dingin.
Selain itu, motor juga biasanya mengalami akselerasi brebet atau kurang responsif ketika gas ditarik. Kondisi ini terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna di dalam mesin.
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros. Mesin membutuhkan suplai BBM lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama karena proses pembakaran tidak maksimal.
Tidak hanya itu, suara mesin yang terdengar kasar, pincang, atau muncul getaran berlebih saat langsam juga bisa menjadi indikasi terjadinya misfire akibat kondisi busi yang sudah tidak prima.
Wahana Honda mengingatkan penggantian busi perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga performa motor tetap optimal. Umumnya, busi disarankan diganti setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer, tergantung rekomendasi pabrikan dan kondisi penggunaan kendaraan.
Penggantian juga perlu segera dilakukan apabila elektroda busi aus, muncul kerak karbon tebal, atau terdapat karat pada bagian busi. Selain itu, busi yang telah digunakan lebih dari satu tahun tetap dianjurkan untuk diganti meski jarak tempuh belum tercapai.
Baca Juga:
BYD M6 PHEV Sudah Didaftarkan, NJKB Mulai Rp104 Juta
“Penggantian busi sebaiknya dilakukan di AHASS agar sesuai standar pabrikan. Servis di AHASS menjamin kualitas pengerjaan oleh mekanik tersertifikasi, penggunaan suku cadang asli (Honda Genuine Parts), dan perawatan standar pabrik yang menjaga garansi motor Anda,” tambahnya.
Sebagai main dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta dan Tangerang, AHASS Honda Jakarta Tangerang menyediakan layanan penggantian suku cadang dan perawatan kendaraan secara menyeluruh.
Konsumen juga dapat memanfaatkan aplikasi WANDA untuk melakukan booking servis tanpa harus mengantre di bengkel. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mengatur jadwal servis, memperoleh pengingat perawatan berkala, hingga memantau informasi kondisi kendaraan.
Melalui perawatan rutin dan penggantian busi tepat waktu, pengguna sepeda motor dapat menjaga performa mesin tetap optimal, efisien, serta nyaman digunakan dalam aktivitas harian.
DKI Jakarta: Busi menjadi salah satu
komponen penting
sepeda motor yang kerap dianggap sepele oleh pengguna. Padahal, komponen kecil ini memiliki peran vital dalam proses pembakaran mesin. Jika kondisi busi bermasalah, performa motor bisa menurun drastis tanpa disadari.
Busi bekerja dengan memercikkan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Ketika proses pengapian tidak berjalan sempurna, tenaga mesin dapat berkurang, akselerasi menjadi tidak responsif, hingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Technical Analyst Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan kondisi busi yang tidak optimal dapat memengaruhi performa kendaraan secara keseluruhan.
“Busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh,” jelas Wahyu Budhi melalui keterangan resminya.
Menurut dia pengguna sepeda motor perlu memahami tanda-tanda busi mulai bermasalah agar kerusakan tidak merembet ke komponen lain. Salah satu gejala yang paling umum adalah mesin sulit dihidupkan, terutama saat kondisi mesin dingin.
Selain itu, motor juga biasanya mengalami akselerasi brebet atau kurang responsif ketika gas ditarik. Kondisi ini terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna di dalam mesin.
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros. Mesin membutuhkan suplai BBM lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama karena proses pembakaran tidak maksimal.
Tidak hanya itu, suara mesin yang terdengar kasar, pincang, atau muncul getaran berlebih saat langsam juga bisa menjadi indikasi terjadinya misfire akibat kondisi busi yang sudah tidak prima.
Wahana Honda mengingatkan penggantian busi perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga performa motor tetap optimal. Umumnya, busi disarankan diganti setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer, tergantung rekomendasi pabrikan dan kondisi penggunaan kendaraan.
Penggantian juga perlu segera dilakukan apabila elektroda busi aus, muncul kerak karbon tebal, atau terdapat karat pada bagian busi. Selain itu, busi yang telah digunakan lebih dari satu tahun tetap dianjurkan untuk diganti meski jarak tempuh belum tercapai.
“Penggantian busi sebaiknya dilakukan di AHASS agar sesuai standar pabrikan. Servis di AHASS menjamin kualitas pengerjaan oleh mekanik tersertifikasi, penggunaan suku cadang asli (Honda Genuine Parts), dan perawatan standar pabrik yang menjaga garansi motor Anda,” tambahnya.
Sebagai main dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta dan Tangerang, AHASS Honda Jakarta Tangerang menyediakan layanan penggantian suku cadang dan perawatan kendaraan secara menyeluruh.
Konsumen juga dapat memanfaatkan aplikasi WANDA untuk melakukan booking servis tanpa harus mengantre di bengkel. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mengatur jadwal servis, memperoleh pengingat perawatan berkala, hingga memantau informasi kondisi kendaraan.
Melalui perawatan rutin dan penggantian busi tepat waktu, pengguna sepeda motor dapat menjaga performa mesin tetap optimal, efisien, serta nyaman digunakan dalam aktivitas harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)