Jakarta - Sepeda motor tipe transmisi otomatis memang punya keuntungan tersendiri buat penggunanya lantaran simpel digunakan. Namun patut Sobat Medcom pahami, bahwa gardan motor matic juga bisa bermasalah dan menyebabkan oli terkuras habis.
Kondisi ini bisa membuat motor jadi berat, sistem transmisi jadi panas sehingga membuat sepeda motor tidak mau dipacu lebih kencang. Bahkan jika dibiarkan saat kondisi pelumas gardan kosong, bisa membuat sistem transmisi jadi rusak.
Oli gardan motor matic bocor biasanya disebabkan oleh seal as roda (karet penahan oli) yang sudah aus, baut pembuangan oli longgar atau rusak ring tembaganya, volume oli terlalu penuh, atau selang ventilasi udara tersumbat dan pecah.
Penyebab Utama Kebocoran
Beberapa faktor berikut sering menjadi pemicu utama oli gardan merembes atau menetes:
-Seal As Roda Rusak
Karet seal (penyekat) pada bagian pulley belakang atau as roda bisa getas karena umur atau panas mesin. Akibatnya, oli menetes atau rembes masuk ke dalam ruang CVT.
Baca Juga:
Wuling Pastikan Aira EV Langsung Diproduksi di Pabrik Cikarang
-Ring Baut Tipis/Rusak:
Ring tembaga pada baut pengisian atau pembuangan oli tidak diganti saat ganti oli. Jika ring penyekat ini penyok atau tipis, oli akan rembes dari celah baut.
-Volume Oli Berlebih
Mengisi oli gardan melebihi takaran standar pabrik (biasanya 120 ml) akan memicu tekanan udara berlebih di dalam bak transmisi. Tekanan ini mendorong oli keluar dari sela-sela sambungan.
-Slang Hawa Tersumbat
Selang ventilasi udara (breather tube) yang tersumbat kotoran atau terlipat akan menahan tekanan udara panas di dalam gardan, sehingga oli mencari celah lain untuk keluar.
Kalau masalah ini sudah terdeteksi, tentu Sobat Medcom wajib melakukan perbaikan terhadap keluhan-keluhan tersebut. Tujuannya untuk membuat performa sepeda motor Sobat Medcom tetap bisa lebih baik.
Jakarta - Sepeda motor tipe
transmisi otomatis memang punya keuntungan tersendiri buat penggunanya lantaran simpel digunakan. Namun patut Sobat Medcom pahami, bahwa gardan motor matic juga bisa bermasalah dan menyebabkan oli terkuras habis.
Kondisi ini bisa membuat motor jadi berat, sistem transmisi jadi panas sehingga membuat sepeda motor tidak mau dipacu lebih kencang. Bahkan jika dibiarkan saat kondisi pelumas gardan kosong, bisa membuat sistem transmisi jadi rusak.
Oli gardan motor matic bocor biasanya disebabkan oleh seal as roda (karet penahan oli) yang sudah aus, baut pembuangan oli longgar atau rusak ring tembaganya, volume oli terlalu penuh, atau selang ventilasi udara tersumbat dan pecah.
Penyebab Utama Kebocoran
Beberapa faktor berikut sering menjadi pemicu utama oli gardan merembes atau menetes:
-Seal As Roda Rusak
Karet seal (penyekat) pada bagian pulley belakang atau as roda bisa getas karena umur atau panas mesin. Akibatnya, oli menetes atau rembes masuk ke dalam ruang CVT.
-Ring Baut Tipis/Rusak:
Ring tembaga pada baut pengisian atau pembuangan oli tidak diganti saat ganti oli. Jika ring penyekat ini penyok atau tipis, oli akan rembes dari celah baut.
-Volume Oli Berlebih
Mengisi oli gardan melebihi takaran standar pabrik (biasanya 120 ml) akan memicu tekanan udara berlebih di dalam bak transmisi. Tekanan ini mendorong oli keluar dari sela-sela sambungan.
-Slang Hawa Tersumbat
Selang ventilasi udara (breather tube) yang tersumbat kotoran atau terlipat akan menahan tekanan udara panas di dalam gardan, sehingga oli mencari celah lain untuk keluar.
Kalau masalah ini sudah terdeteksi, tentu Sobat Medcom wajib melakukan perbaikan terhadap keluhan-keluhan tersebut. Tujuannya untuk membuat performa sepeda motor Sobat Medcom tetap bisa lebih baik.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)