Daihatsu Rocky Hybrid. Medcom.id/Ekawan Raharja
Daihatsu Rocky Hybrid. Medcom.id/Ekawan Raharja

7 Cara Menghemat BBM Mobil saat Perjalanan Jauh, Bensin Lebih Irit

Ekawan Raharja • 21 Oktober 2026 11:02
Ringkasnya gini..
  • Menghemat BBM mobil saat perjalanan jauh bisa dilakukan dengan menjaga kecepatan stabil dan menghindari akselerasi serta pengereman mendadak.
  • Tekanan ban sesuai rekomendasi, muatan yang ringan, dan servis berkala membantu menjaga efisiensi bahan bakar mobil.
  • Penggunaan AC secara bijak dan pemilihan rute untuk menghindari kemacetan dapat membantu menekan konsumsi BBM selama perjalanan.
DKI Jakarta: Menghemat bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil. Jarak tempuh yang panjang berpotensi meningkatkan konsumsi bensin dan biaya perjalanan. Namun, pengeluaran tersebut dapat ditekan dengan menerapkan kebiasaan berkendara yang tepat serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima.

Efisiensi BBM mobil tidak hanya ditentukan oleh kapasitas mesin atau teknologi kendaraan. Gaya mengemudi, tekanan ban, beban muatan, penggunaan AC, hingga pemilihan rute turut memengaruhi konsumsi bahan bakar selama perjalanan.

Mengutip Oak Ridge National Laboratory (ORNL), lembaga riset di bawah Departemen Energi Amerika Serikat, gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 15–30 persen pada kecepatan jalan raya. Artinya, dua pengemudi yang menggunakan mobil sama dan melewati rute serupa dapat menghabiskan BBM dalam jumlah berbeda, bergantung pada cara berkendara.

Daihatsu melalui situs resminya membagikan tujuh cara menghemat BBM mobil yang dapat diterapkan sebelum dan selama perjalanan jauh.

1. Jaga Kecepatan Mobil Tetap Stabil

Mempertahankan kecepatan secara stabil dapat membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Perubahan kecepatan yang terlalu sering membuat mesin harus bekerja lebih keras untuk menambah kecepatan kendaraan.
 

Saat melintasi jalan tol yang lengang, pengemudi dapat mempertahankan kecepatan yang nyaman dan sesuai batas yang berlaku. Selain membantu menghemat BBM, kebiasaan ini juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

2. Hindari Akselerasi dan Pengereman Mendadak

Kebiasaan menginjak pedal gas terlalu dalam dan mengerem secara mendadak dapat meningkatkan konsumsi BBM. Untuk menghindarinya, pengemudi perlu memperhatikan kondisi lalu lintas di depan dan mengantisipasi perubahan situasi sejak awal.

Ketika melihat lampu lalu lintas berubah merah atau kendaraan di depan mulai melambat, kurangi tekanan pedal gas lebih awal. Biarkan mobil melambat secara bertahap sebelum melakukan pengereman jika diperlukan.

Selain membantu mengendalikan konsumsi BBM, cara berkendara ini dapat mengurangi keausan kampas rem.

3. Periksa Tekanan Ban Sebelum Berangkat

Tekanan ban yang terlalu rendah meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan mobil. Kondisi ini dapat berdampak pada konsumsi bahan bakar.

Sebelum melakukan perjalanan jauh, periksa tekanan seluruh ban, termasuk ban cadangan. Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada stiker di pilar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.
 

Jangan menjadikan angka tekanan maksimum yang tertera pada dinding ban sebagai acuan utama. Tekanan yang sesuai rekomendasi juga membantu menjaga kestabilan dan keselamatan berkendara.

4. Kurangi Beban Barang yang Tidak Diperlukan

Muatan berlebih membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak, terutama ketika berakselerasi atau melewati jalan menanjak. Karena itu, periksa bagasi dan kabin sebelum berangkat, lalu keluarkan barang yang tidak diperlukan.

Pengemudi yang menggunakan roof box juga perlu mempertimbangkan kebutuhan penggunaannya. Selain menambah bobot, kotak penyimpanan di atap dapat meningkatkan hambatan udara ketika mobil melaju, sehingga berpotensi menambah konsumsi BBM.

5. Lakukan Servis Berkala Sebelum Perjalanan Jauh

Kondisi mesin dan komponen kendaraan turut memengaruhi efisiensi bahan bakar. Perawatan berkala membantu memastikan kendaraan bekerja sesuai spesifikasi yang ditetapkan pabrikan.

Periksa kondisi oli mesin, filter, dan busi, serta pastikan penggunaan pelumas sesuai rekomendasi. Pemilik mobil juga disarankan mengikuti jadwal servis berkala dalam buku panduan kendaraan, termasuk sebelum melakukan perjalanan jauh.

Jangan mengabaikan lampu peringatan di dasbor. Gangguan pada kendaraan yang tidak segera ditangani dapat memengaruhi kinerja mesin dan berpotensi meningkatkan konsumsi BBM.
 

6. Gunakan AC Mobil Secara Bijak

Penggunaan AC dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar karena kompresor AC membutuhkan tenaga dari mesin pada mobil bermesin konvensional. Meski demikian, AC tidak harus dimatikan sepenuhnya demi menghemat bensin.

Pengemudi dapat mengatur suhu kabin pada tingkat yang nyaman dan menggunakan kecepatan kipas secukupnya. Saat kondisi udara luar sejuk, ventilasi alami dapat dimanfaatkan jika memungkinkan.

Namun, membuka jendela lebar-lebar ketika melaju pada kecepatan tinggi dapat meningkatkan hambatan udara. Karena itu, penggunaan AC dan jendela sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca, kecepatan kendaraan, serta kenyamanan penumpang.

7. Rencanakan Rute untuk Menghindari Kemacetan

Kemacetan membuat mobil menghabiskan waktu lebih lama di jalan. Ketika kendaraan berhenti atau bergerak perlahan dengan mesin tetap menyala, bahan bakar tetap digunakan meskipun jarak tempuh yang dicapai terbatas.

Sebelum berangkat, periksa kondisi lalu lintas melalui aplikasi peta digital untuk menentukan rute dan waktu perjalanan yang sesuai. Jika memungkinkan, pilih waktu keberangkatan di luar jam sibuk agar perjalanan lebih lancar.

Pengemudi juga dapat merencanakan lokasi istirahat dan SPBU di sepanjang rute. Perencanaan ini membantu mengurangi kebutuhan memutar arah atau mencari fasilitas ketika tangki bahan bakar mulai menipis.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan