DKI Jakarta: Perjalanan jauh dengan mobil membutuhkan efisiensi bahan bakar agar konsumsi BBM tetap terjaga. Mitsubishi membekali sejumlah mobil penumpangnya dengan fitur dan teknologi yang dirancang untuk membantu efisiensi BBM, terutama saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Ada tiga fitur yang berperan dalam mendukung efisiensi bahan bakar, yakni transmisi Continuously Variable Transmission (CVT), Eco Indicator, dan Throttle by Wire. Ketiganya bekerja dengan fungsi berbeda, mulai dari menjaga putaran mesin, memberikan panduan berkendara, hingga mengatur respons pedal gas secara elektronik.
1. Transmisi CVT
Transmisi CVT dirancang untuk membantu mengoptimalkan efisiensi BBM. Berbeda dari transmisi dengan rasio gigi tetap, CVT menggunakan komponen utama berupa pulley set dan belt atau sabuk baja untuk membentuk rasio gigi.
Konstruksi tersebut memungkinkan mesin mempertahankan momentum putaran pada berbagai rentang kecepatan. Dengan demikian, kerja mesin dapat lebih efisien sehingga berpotensi membantu menekan konsumsi bahan bakar.
Pada lini mobil penumpang, transmisi CVT digunakan pada keluarga Xpander, Xpander Cross, dan XFORCE.
Baca Juga :
Cek 7 Cairan Mitsubishi Destinator, Ini Kapasitas dan Waktu Gantinya
2. Eco Indicator
Para insinyur juga menyediakan Eco Indicator sebagai panduan bagi pengemudi untuk menjaga gaya berkendara tetap efisien. Fitur ini ditampilkan dalam bentuk gambar daun pada panel instrumen dan akan menyala ketika kendaraan melaju dengan konsumsi bahan bakar yang efisien.
Pada kondisi tertentu, indikator tersebut dapat menyala ketika pedal gas diinjak secara lembut atau putaran mesin dijaga tetap konstan dan tidak terlalu tinggi.
Eco Indicator terintegrasi pada panel spidometer sehingga mudah dipantau selama berkendara.
3. Throttle by Wire
Fitur lain yang berperan dalam sistem pengoperasian mesin adalah Throttle by Wire. Teknologi ini menggantikan kabel gas konvensional dengan sistem elektronik untuk mengatur buka-tutup katup throttle body.
Pada sistem tersebut, tidak terdapat kabel mekanis yang menghubungkan pedal gas dengan throttle body. Sebagai gantinya, sensor pada pedal gas mengirimkan informasi kepada Electronic Control Unit (ECU), yang kemudian mengatur actuator pada throttle body.
Ketika pedal gas diinjak, ECU membaca data dari sensor, termasuk seberapa dalam pedal ditekan. Sistem elektronik tersebut memungkinkan pengaturan respons kendaraan dilakukan secara lebih terkontrol.
Baca Juga :
Mobil Mogok di Jalan? Ini Cara Menghadapi Situasi Darurat Menurut Mitsubishi
Throttle by Wire terdapat pada seluruh mobil penumpang pabrikan tiga berlian tersebut. Selain mengandalkan teknologi kendaraan, gaya berkendara juga menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi BBM.
Saat berkendara dengan kecepatan konstan, pengemudi disarankan menjaga putaran mesin pada kisaran 2.000-2.500 rpm untuk membantu mencapai efisiensi bahan bakar.
DKI Jakarta: Perjalanan jauh dengan
mobil membutuhkan
efisiensi bahan bakar agar konsumsi BBM tetap terjaga.
Mitsubishi membekali sejumlah mobil penumpangnya dengan fitur dan teknologi yang dirancang untuk membantu efisiensi BBM, terutama saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Ada tiga fitur yang berperan dalam mendukung efisiensi bahan bakar, yakni transmisi Continuously Variable Transmission (CVT), Eco Indicator, dan Throttle by Wire. Ketiganya bekerja dengan fungsi berbeda, mulai dari menjaga putaran mesin, memberikan panduan berkendara, hingga mengatur respons pedal gas secara elektronik.
1. Transmisi CVT
Transmisi CVT dirancang untuk membantu mengoptimalkan efisiensi BBM. Berbeda dari transmisi dengan rasio gigi tetap, CVT menggunakan komponen utama berupa pulley set dan belt atau sabuk baja untuk membentuk rasio gigi.
Konstruksi tersebut memungkinkan mesin mempertahankan momentum putaran pada berbagai rentang kecepatan. Dengan demikian, kerja mesin dapat lebih efisien sehingga berpotensi membantu menekan konsumsi bahan bakar.
Pada lini mobil penumpang, transmisi CVT digunakan pada keluarga Xpander, Xpander Cross, dan XFORCE.
2. Eco Indicator
Para insinyur juga menyediakan Eco Indicator sebagai panduan bagi pengemudi untuk menjaga gaya berkendara tetap efisien. Fitur ini ditampilkan dalam bentuk gambar daun pada panel instrumen dan akan menyala ketika kendaraan melaju dengan konsumsi bahan bakar yang efisien.
Pada kondisi tertentu, indikator tersebut dapat menyala ketika pedal gas diinjak secara lembut atau putaran mesin dijaga tetap konstan dan tidak terlalu tinggi.
Eco Indicator terintegrasi pada panel spidometer sehingga mudah dipantau selama berkendara.
3. Throttle by Wire
Fitur lain yang berperan dalam sistem pengoperasian mesin adalah Throttle by Wire. Teknologi ini menggantikan kabel gas konvensional dengan sistem elektronik untuk mengatur buka-tutup katup throttle body.
Pada sistem tersebut, tidak terdapat kabel mekanis yang menghubungkan pedal gas dengan throttle body. Sebagai gantinya, sensor pada pedal gas mengirimkan informasi kepada Electronic Control Unit (ECU), yang kemudian mengatur actuator pada throttle body.
Ketika pedal gas diinjak, ECU membaca data dari sensor, termasuk seberapa dalam pedal ditekan. Sistem elektronik tersebut memungkinkan pengaturan respons kendaraan dilakukan secara lebih terkontrol.
Throttle by Wire terdapat pada seluruh mobil penumpang pabrikan tiga berlian tersebut. Selain mengandalkan teknologi kendaraan, gaya berkendara juga menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi BBM.
Saat berkendara dengan kecepatan konstan, pengemudi disarankan menjaga putaran mesin pada kisaran 2.000-2.500 rpm untuk membantu mencapai efisiensi bahan bakar.
(UDA)